Blooming Sparkly Red Rose

Rabu, 10 Mei 2017

🎁 *Menjadi Muslimah Tangguh* 🎁


Berbicara perempuan di masa kini tidak hanya sekedar membahas tentang masalah dapur, sumur dan kasur. Perempuan di balik kekurangannya dituntut untuk menjadi individu yang tangguh dalam membendung tantangan yang ia akan selalu hadapi dalam kehidupan termasuk tantangan dalam menjaga aqidahnya.
Karenanya.. Tak perlu bersedih menjadi seorang muslimah. Berbanggalah! Setiap wanita muslim begitu istimewa, sangat penting, dan memiliki andil dalam konstelasi kehidupan. Mereka mempunyai sifat-sifat luar biasa. Dikira lemah, sebenarnya mereka kuat. Disangka tak berdaya, sejatinya mereka digdaya.
🌺🌾🌺🌾🌺🌾🌺🌾
Sudah banyak contoh perempuan yang berhasil dalam mempertahankan aqidahnya yang tak gentar menghadapi cobaan yang ada. Tak percaya?
Di masa kini, tengoklah para wanita muslim yang hidup di setiap negara. Mereka menghadapi setiap dilema dan tantangan yang berbeda-beda. Sehingga setiap muslimah di penjuru dunia memiliki karakteristik positif yang bervariasi.
Para muslimah di benua Afrika menjadi sangat pemberani. Muslimah di Palestina begitu sabar dan tabah. Muslimah di negara-negara Asia sangat ulet dan gigih. Para muslimah di Rusia atau di negara-negara pecahan Rusia sungguh berdedikasi dan ‘bertenaga’. Dan muslimah di negara-negara Barat sangat ‘kuat’, karena biasa ditempa stigma dan berbagai intimidasi.
🌺🌾🌺🌾🌺🌾🌺🌾
Sedangkan di era masa lalu, tak sedikit muslimah tangguh yang menorehkan tinta emas peradaban Islam.
Sebagai ulama dan intelektual, kita mengenal Aisyah Binti Abu Bakar. Selama hidup mendampingi Rasul, Aisyah banyak belajar dan menggali pengetahuan dari dua sumber penting Islam, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Nabi-Nya. Dan selepas beliau wafat, Aisyah hidup 50 tahun lamanya; memberikan pengajaran dan pemahaman kepada siapa saja yang buta akan pengetahuan Islam. Sepeninggal Rasul, Aisyah menjadi referensi penting dan tempat bertanya bagi orang-orang.
Kita pun mengenal Ibunda Khadijah binti Khuwailid, istri Rasulullah dan pengusaha wanita sukses, menjadi contoh terbaik dalam hal kedermawanan.
Dukungan Khadijah untuk Nabi Muhammad dibuktikan dengan banyak cara, termasuk dengan finansial. Dia memberikan porsi besar kekayaannya untuk menunjang misi beliau. Mengenai Khadijah, Rasulullah bersabda, _“Dia beriman kepadaku tatkala orang-orang mengingkari. Dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan. Dan dia memberikan hartanya ketika kepadaku ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa.”_ (Al-Bukhari dan Muslim).
Dan masih banyak lagi para muslimah filantropis (suka bederma/cinta kedermawanan) sepanjang sejarah Islam. Sebut saja beberapa nama: Fathimah Al-Fihriyyah (w. 880) yang menggunakan kekayaannya untuk membangun sebuah sekolah dan masjid di Qarawiyyin, Maroko. Masjid Qarawiyyin dan sekolahnya kemudian menjadi pusat studi Islam di Maroko selama lebih dari seribu tahun, dan kemudian menjadi universitas tertua di Maroko.
Kemudian ada Maryam binti Asy-Syam (w. 1313), Barakah binti Abdullah (w. 1372), Al-Udar Al-Karimah dari Yaman (w. 1360), dan Banafsha` Ar-Rumiyyah (w. 1008) yang telah merenovasi Baghdad, serta banyak lagi yang lainnya.
Selain segelintir contoh di atas, ada lagi muslimah-muslimah tangguh yang menghasilkan para mujahid, ulama, intelektual, dan juga ilmuwan, bahkan nama-nama mereka terkenal sepanjang lintasan sejarah Islam, seperti; Imam Syafi'i, Imam Malik, Imam Ahmad, Sufyan Ats- Sauri, Ibnu Taimiyah, Imam Al-Bukhori, dsb..
Sepatutnya dan selayaknya, kita menjadikan mereka sebagai teladan terbaik setelah Rasulullah saw. Muslimah-muslimah tangguh tersebut, baik tercatat oleh tinta sejarah atau tidak, mereka turut andil dalam membersihkan debu-debu dari ‘wajah’ syariat Islam. Mereka telah mengerahkan upaya mereka dalam memajukan peradaban Islam.
Tak perlulah, para muslimah menjadi orang lain. Tetaplah menjadi muslimah. Ketika dia patuh kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dia lebih bernilai dari wanita mana pun dan sangat dibanggakan.
Dan tak perlu pula meniru yang lain di luar komunitas mereka. Teladanilah para pendahulu mereka yang terbaik. Karena kalian memang muslimah tangguh luar biasa! 💪 😊
#Takbir!! *Allaahu Akbar*
🔚🔴🔚🔴🔚🔴🔚🔴
🌸🌹 *MBA MAR'AH SHALIHAH* 🌹🌸
🌸🌹 *Tanya Jawab* 🌹🌸
*Pertanyaan:*
1⃣ Assalamualaikum ustadzah ,sebagai muslimah di masa kini,pasti gk lepas dr yang nama nya "emansipasi wanita",
Ana pernah berdiskusi dengan seorang teman medsos,dia berkerja dia sekolah tinggi dsb,inti nya dia muslimah cantik yg cerdas,pd saat itu kami sedang berdiskusi mengenai seorang istri yg keluar dr rumah,karna di perlakukan tidak baik dan di usir suami nya tp si istri ingin kembali dan dia merasa bingung..
Waktu ana bilang kalo ridho suami itu ridho nya Allah, Dan si teman medsos ini berbicara mengenai emansipasi dia bilang jadi istri jangan mau d bodoh in suami jangan mau di lecehin suami,dsb inti nya dia ingin sebagai wanita kita harus sejajar dengan suami..Yg jd pertanyaan ana,bagaimana dalam islam menanggapi emansipasi wanita ini ??
🌹 *jawab*
Akhwatifillah masih ingatkah petikan lirik:
"Ibu kita Kartini putri sejati, putri Indonesia harum namanya” 🎶🎶🎶
Sebenarnya harapan Kartini, a/ bgm mengupayakn agar or perempuan berperan optimal sesuai kodratnya, sbg istri, ibu, pendidik pertama dan utama tuk anak2nya.. Krn sikon saat itu, sgt sulit bg perempuan tuk mdptk pendidikan.
Spt penuturan Kartini dalam suratnya kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902:
“Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama”.
namun sayangnya, oleh kaum feminis, yg katanya mrk a/ pejuang hak2 perempuan, memahami bhw perjuangan Kartini adalah bentuk emansipasi wanita, yg mnuntut kesetaraan wanita dan laki2, shg tidak ada lagi bias gender. Oleh kaum feminis lagi, mrk bpdpt, budaya patriarkal (laki2 pemimpin kaum wanita), mjd penyebab keterbatasan gerak prpmn, shg prpn mjd seolah terjajajah tak berdaya.
Lebih parahnya, mrk justru mengalamatkanny kpd Islam, krn byk aturan Islam, yg dlm logika mrk, lbh bpihak kpd laki2 (mis: laki a/ qowwam wnt, warisan, talak, dsb..).
Krny dsnilah qt tak boleh terjebak dg logika bpikir mrk yg sesat dan dangkal. Mrk mklaim, wnt2 hr ni slalu mjd objek penderita, mgalami byk kkerasan, diskriminasi, kemiskinan, kbodohan, dsb. Padahal..... Jikalau qt mw jujur, bukankah itu pun mnimpa pr laki2..???
Krny, ktk islam mnetapkan serangkaian aturan kwjbn tuk wnt, mis: berjilbab, safar dg dsertai mahram, sbg ummu warobbatun bait, dsb. . Namun Islam jg mmberikan hak wnt beraktivitas di ranah publik selama dlm koridor syariat alias tdk mninggalkan kwjbn utama mrk sbg Ummu Warobatun bait. Mrk boleh mjd dokter, ilmuwan, pengusaha, relawan, guru, dsb.
So, pahm emansipasi bknlah berasal dr Islam. bahkan, keliru besar jk dikatakn emansipasi diajarkak oleh Islam.

2⃣ Assalamualaikum ustadzah..ana mw tnya, jika kita ingin mnjdi akwat tangguh..trs d keliling kita itu bnyk yg menggoda iman kita, apa yg harus kita lakukan??
🌹 *Jawab* Susah susah gampang sebetulnya... 😅
Sistem sekuler mengajarkan dan membina qt agar qt mjd pribadi yg tak lagi tunduk pada Syariat.. Penganut sekuler pun senantiasa mempropagandakn bbagai paham Sesat, spt liberalisme (kebebasan), hedonis (pemuja materi), permisif (serba boleh), individual, demokrasi, nasionalisme, dsb..
Jadi, wajarlah.. Di hari ini, qt mjd sgt sulit tuk menjaga iman dan aqidah qt.
Tips yg dpt qt lakukan stdknya, agr mjd muslimah tangguh:
- miliki std bijaksana yg tinggi, mksdy bhw sbg muslimah kudu selektif, menempatkan sesuatu sesuai porai dan tempaty, shg ia pandai memilah paham dan aktivitas yg akan diemban dan dilakukan. Krn, pemahaman sejatinya akan berimbas pd prilaku, mk wajib ia mkaji Islam dg sungguh2.
- mmiliki selera budaya dan kebiasaan yg baik, shg qt mjd contoh yg baik tuk sekitar qt. Harapanya, lingkungan mjd kondusif, dan tentu akn mjd benteng pertahanan agar qt pun dmudahkan dlm istiqomah mraih ridho Allah.
- Canggih, mksdy ia cerdas, terdepan dlm dakwah, dan pantang menyerah hadapi bragam masalah yg dapat menerpa iman qt.

3⃣ Assalamu'alaikum ustadzah bagaimana cara menyikapi menjadi muslimah yg tangguh di dalam rumah(kerabat, saudara, keluarga) yg berbeda pemahaman..
Dan bagaimana menjadi muslimah tangguh yg di sekelilingnya d penuhi dg mereka" yg gila dunia..
🌹 *Jawab:* skirany tips di atas dpt dterapkn pula dlm lingkungan kelg. Perbedaan pemahamn a/ suatu hal yg lumrah. Bijaksana dlm myikapi, mana persolan furu & ushul, mesti senantiasa dibangun. Krn kelg a/ pondasi terkecil qt saat ini, selayakny perbedaan phmpn tdk mjd perpecahan. Slain itu, memahmakn sifat qonaah, shg qt pun tak mjd budak wahn (cinta dunia dan takut mati), memg tdk mudah dan prosesny bs jd tak sebentar.. itulah pentingnya teladan diri qt tuk org lain.. Jauhi riba, tawakaltu 'ala Allahi, berikhtiar dg sungguh2 dan lurus.. Insya Allah keberkahan datang bkn krn byk materi.. Namun, bermanfaat dlm kebaikan..

4⃣ Assalamualaikum ustadzah, saya Eno Aprianti dari pontianak, saya bingung bagaimana seharusnya menempatkan diri sebagai muslimah, disatu sisi saya ingin berkarya, namun disisi lain takut tidak sesuai dengan muslimah yang diajarkan dalam islam, apalagi dizaman fitnah ini, banyak yang abu2, susah membedakan mana yang benar dan salah, keduanya bercampur, apalagi dengan adanya emansipasi wanita, Apa sih tips nya agar bisa menjadi muslimah tangguh dijaman sekarang ini ?
🌹 *jawab* Tuk ukhty Eno..
Memg benar, hampir smua prpn saat ini sgaja dibuat galaukoma, alias galau tingkat dewa.. Kaum muslim berada di antara 2 golongan. Yg pertama, Tafrith (org2 yg malampaui batas), beranggapan bhw wanita berhak beraktivitas sekehendaknya, tak da batasan gender, berkarya apa saja dan bergaul dg siapa saja.
Kedua, Ifrath (org2 yg terlampau ketat), tdk memandang bhw di antara hak wanita a/ melakukan usaha perdagangan/ aktvts di ranah publik. Shg, saking ketatnya, wnt hny betugas mngurusi 3-ur (sumur, kasur, dan dapur), tdk boleh kluar rumah dan tak boleh bertemu pria sama skali.
Padahal, stp wnt mmiliki peran dan hak sbg sorg ibu, istri, anak dan anggota masyarakt. Spt paparan materi di atas, para Shahabiyah, jg tdk melulu aktvtsy 3-Ur.. Bhkn kdgkala, istri Rasulullah pun bergilir berangkat jihad ke medan perang.
Jd, silakan ukhty berkarya sesuai koridor Islam, yakni tdk mninggalkn kwjbn utama sbg ibu dan pengatur rumah tangga.
Serta tdk mlanggar batas2 syara : tdk khalwat, tdk ikhtilat, berjilbab dan bkrudung, pkrjaan yg tdk mengekploitasi fisik want, mdpt ijin wali/suami, dsb..

5⃣ Assalamualaikum warrohmatullahi wabarokatuh Ustadzah saya punya niat untuk mondok namun di sisi lain saya tulang punggung kluarga Harus bantu orang tua biayain sekolah adek2 .. Mana yang terbaik yg harus Saya pilih di antara ke-2 nya itu dan apakah Dg bekerja di perantauan termasuk mnggar syariat yg harus nya wanita diam dirumah,lalu saya harus bgaimna?? Jazakillahu khairan ustadzah
🌹 *Jawab* ukhty penanya no. 5,.. Smg kemudahan snenatian mengiringi Ukhty.. 😊
Perempuan, Allah ciptkan sbg tulang rusuk laki2, bukanlah tulang punggung. Kwjbn mcari nafkah tentu bkn berada di pundak kaum prpn, ttapi di laki2..
Hny sj, sikon saat ini betul2 mmaksa dan mlindas qt dr sgala lini... Tapu, tdk berarti qt boleh terbawa arus, hak pilih tetap berada dtgn qt, mw taat atau maksiat..
Terkait sikon ukhty saat ini, sebetulnya jg imbas sistem sekuler.. Cobalah Istikhoroh,, jk pun ingin bekerja, tdk mesti jauh dr kelg, krn akn sulit pula menjaga keiffahan/khormatan prpn... Bantuan yg ukhty berikan, Insya Allah akn mjd pahala Sunnah. Yg terpenting a/ bgm dpt mengatur skala prioritas aktivitas, mana yg wajib, sunnah, dan mubah...

6⃣ Assalamualaikum Ustadzah afwan bibi saya selama berumahtangga sampai punya anak skrg usia 17 tahun selama itu bibi yg bekerja menafkahi rmhtgga. Suaminya di rmh mengurus pkrjaan rmh semenjak di PHK. Posisi jd terbalik Ustadzah. Bagaimana dlm islam apakah layak dipertahankan rmhtgga sprti ini sedang si istri mulai merasa lelah dgn semuanya..
🌹 *Jawab:* Ummu Aisya yg drahmati Allah,.. Kehidupan pernikahan sejatinya a/ kehidupan persabahatan antr suami istri, mk masing2 mesti memahami hak dan kwajiban mrk. Jika ini tdk ada, tentu konflik dan kegoncangan RT, bs terjadi.
slh satunya, tt kwjbn penafkahan yg tdk dtunaikan oleh suami...
Apakh akan mpthnkn RT atau tidak, kembali kpd kdua pihak. sudahkah sd saat ini, masing2 berkomunikasi dg baik..? Istri tak boleh meyerah tuk menasehati scr ma'ruf, shg suami sadar akn kwjbny.. Sudahkah suami berikhtiar seoptimal mgkn mcr pekerjaan..? Melalui relasi/kwn2 mungkin...
Jk suami msh sj sulit brubah, datangkan juru damai yg bs mnasehati.. Jk memg tdk mempan lg, drpd pelanggaran hukum syara tjd terus menerus, jalan terakhir, ada kebolehan bg istri mminta gugat cerai kpd hakim. Krn talaq ada dtgn suami. Tapiii.. Perceraian a/ sstu yg DBENCI Allah..
ummi, bg pribadi sy, slama suami sdh upaya optimal, namun Allah mnakdirkan rizqi qt sempit, bersabarlah saja.. Allah Maha Kaya, tak mgkn mbiarkan qt mati kelaparan,, coba twngok kembali diri qt.. Bisa jd, sempitnya rizqi krn terhalang oleh dosa2 qt yg tdk qt sadari... Ibadah qt belum benar dan niat blm lurus,...

7⃣ Assalamu'alaikum ustadzah,di zaman yg persaingan yg semakin ketat ini kita dihadapi oleh polemik ekonomi yg meningmat. Otomatis saya sebagai anak yg dipercayaka oleh org tua saya utk kuliah pny kesadaran dan tanggung jwb utk memberikan masa tua yg nyaman kd orgtua saya dgn mau mebelikn mereka tanah karna sampai skrg kami masih mengontrak alhamdulillah. Namun di sisi lain kita jg butuh utk menikah,dmn utk menjaga haqa nafsu yg tdk semestinya. Sedangkan komitmen yg diinginkn oleh ikhwan skg2 agak berbanding terbalik dgn apa yg saya ingin capai tersebut. Menurut ustadzah bagaimana?syukron🙏🏻
🌹 *jawab* Ukhty.. Segala sesuatu kebutuhan qt ssuaikanlah dg skala prioritas, mana yg wajib, sunnah dan mubah... Jgn dbenturkan satu sama lain.. Terkadang, jk bertemu antara perkara yg wajib dan mubah, qt dahulukan malah yg mubah, bkn yg wajib. Sunnah dan wajib, malah dahulukan yg Sunnah..
Maka, pahamkan dulu kelg ttg rizqi, prioritas amal, rasa qonaah.. Bgitupun ke calon suami ukhty... 😊 (sttt,, klo sdh dkhitbah ya.. 😉)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

🌷*RAMADHAN BULAN TARBIYAH* 🌷

♡○•○♡○•○♡○•○♡○•○♡○•○♡○•○♡○•○♡ _Sahabat Surga Rahimakumullah.._ 🌸 Diwajibkan atas orang-orang beriman satu bulan penuh dalam perjalanan...