Blooming Sparkly Red Rose

Rabu, 10 Mei 2017

πŸ€πŸŒΈ *SAHABAT SEHIDUP SESURGA* πŸŒΈπŸ€

Bismillah...
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Memilih sahabat di tengah zaman saat ini memang perlu selektif.
Banyak sahabat yang baik namun belum tentu mampu membuat kita menjadi baik.
Kira harus pintar-pintarnya mencari sahabat yang mampu membuat kita menjadi baik. Karna sahabat yang baik mampu menghantarkan kita di jalan terbaik yaitu dijalan orang-orang yang mampu belajar dan berjuang di jalan agama Allah.
Seperti apa diri kita saat ini maka seperti itulah pergaulan kita. Jika kita bergaul bersama orang-orang shalehah maka Insya Allah kita akan menjadi shalehah begitu sebaiknya jika kita bergaul dengan orang-orang yang tak baik maka diri kita menjadi tak baik.
Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.
(HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)
Sungguh wahai saudariku,persahabatan yang paling agung adalah persahabatan yang dijalin di jalan Allah dan karena Allah, bukan untuk mendapatkan manfaat dunia, materi, jabatan atau sejenisnya. Persahabatan yang dijalin untuk saling mendapatkan keuntungan duniawi sifatnya sangat sementara. Bila keuntungan tersebut telah sirna, maka persahabatan pun putus.
Berbeda dengan persahabatan yang dijalin karena Allah, tidak ada tujuan apa pun dalam persahabatan mereka, selain untuk mendapatkan ridha Allah. Orang yang semacam inilah yang kelak pada Hari Kiamat akan mendapat janji Allah.
Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, ‘Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali perlindungan-Ku.” (HR. Muslim)
Carilah sahabat yang bisa membuat kita berubah menjadi ummat Islam yang kaffah.
Sahabat yang mampu menjaga kehormatan kita agar menjadi muslimah yang terhormat.
Sahabat yang mampu menutupi aib-aib buruk kita.
Dan sahabat yang mampu membantu kita dekat dengan surga Allah.
Rasulullah Shallallahu 'alahi wa salam bersabda: "Apabila penghuni surga telah masuk ke dalam surga,lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka di dunia. Mereka bertanya tentang sahabat mereka kepada Allah.
" Ya Rabb...kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami,puasa bersama kami,dan berjuang bersama kami".
Maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : " Pergilah ke neraka lalu keluarkan sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar biji Zarrah. ( HR. Ibnul Mubarak dalam kitab " Az-Zuhd). .
Al Hasan Al Basri berkata, "Perbanyaklah sahabat-sahabat mu'minmu,karena mereka memiliki Syafa'at pada hari kiamat".
Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada sahabat-sahabatnya sambil menangis. "Jika kalian tidak menemukan aku nanti di surga bersama kalian,maka tolonglah bertanya kepada Allah tentang diriku, "Wahai Rabb kami...Hamba-Mu Fulan,sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang Engkau. Maka masukkanlah dia bersama kami di surga-Mu".
Dari hadits diatas telah dijelaskan begitu pentingnya mencari sahabat yang baik karna sahabat yang baik akan menolong serta akan membawa kita ke pintu surga Allah. Sahabat yang baik tak akan membiarkanmu tak menyentuh pintu jannah dia akan senantiasa meninggatmu tentang akhirah dijalan dakwah.
Menurut Imam al-Ghazali ada dua belas kriteria sahabat :
1. Jika kau berbuat baik kepadanya, maka ia juga akan melindungimu.
2. Jika engkau merapatkan ikatan persahabatan dengannya, maka ia akan membalas balik persahabatanmu itu.
3. Jika engkau memerlukan pertolongan darinya, maka ia akan berupaya membantu sesuai dengan kemampuannya.
4. Jika kau menawarkan berbuat baik kepadanya, maka ia akan menyambut dengan baik.
5. Jika ia memproleh suatu kebaikan atau bantuan darimu, maka ia akan menghargai kebaikan itu.
6. Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik dari dirimu, maka akan berupaya menutupinya.
7. Jika engkau meminta sesuatu bantuan darinya, maka ia akan mengusahakannya dengan sungguh-sungguh.
8. Jika engkau berdiam diri (karena malu untuk meminta), maka ia akan menanyakan kesulitan yang kamu hadapi.
9. Jika bencana datang menimpa dirimu, maka ia akan berbuat sesuatu untuk meringankan kesusahanmu itu.
10. Jika engkau berkata benar kepadanya, niscaya ia akan membenarkanmu.
11. Jika engkau merencanakan sesuatu kebaikan, maka dengan senang hati ia akan membantu rencana itu.
12. Jika kamu berdua sedang berbeda pendapat atau berselisih paham, niscaya ia akan lebih senang mengalah untuk menjaga.
Sungguh,lebih baik memiliki sedikit sahabat tapi shalehah yang sejannah daripada memiliki banyak sahabat tapi mengajak ke arah maksiat.
Wallahualam bii shawab...
🌸🌹 *MBA MAR'AH SHALIHAH* 🌹🌸
🌸🌹 *Tanya Jawab* 🌹🌸
*Pertanyaan:*
1⃣ Bismillah...
ustadzah bagaimana klo ada laki2 bkn mahram selalu mengingatkan kebaikan kpd kita....apa itu bisa di sebut sahabat?..,,😊
🌹 *jawab*
1⃣ Ini menyangkut adab pergaulan antara laki-laki dan perempuan yah,seharusnya sebagai perempuan kita berhati-hati dalam mencari sahabat apalagi jika sahabat itu seorang laki-laki memang harus ada batasannya dalam pergaulan antara laki-laki dan perempuan bukan berarti tidak boleh mempunyai sahabat laki-laki hanya saja jika sudah menjadi sahabat itu banyak hal yang gak tau menjadi tau oleh sebab itu saya sangat menyarankan perbanyaklah teman yang sejenis saja mau jalan bersama,mau curhat,mau makan,mau apapun gak akan dilarang selagi itu dijalan yang benar tapi kalau punya sahabat laki2 mau jalan berdua hukumnya haram,mau curhat dan chatting bareng hukumnya haram,apa lagi sampai makan berduaan jelas hukumnya haram.
Sahabat itu bukan hanya mengingatkan tentang kebaikan tapi dia senantiasa memarahi kita saat kita berada di jalan yang salah.

2⃣
Assalamu'alaikum warrohmatullohi wabarokatuh ustadzah,...ana Pipiet dr Bandung.Pada awalnya persahabatan qta baik2 z,pas ada mslh uang.Ana mencoba meminjamkan.Tp suatu hari ana menanyakan,karena memang ana perlu n menagih itu juga kan kewajiban.Ana juga hanya bertanya lewat wa/sms.Klo bertemu lgsg sprti tdk ada apa2,krna khwtr jd malu n ngehargain.Tp pd saat dia lum bs bayar,malah jd menghindar dr ana.Akhirnya malah jd sprti putus silaturahim.Pdhl ana gmau sprti itu.Sblm2nya low memang ada rzkinya ana relakan.Dan qta baik lagi.Tp skrg dia jd menghindar terus.Gmn y ustadzah?ana jd takut untuk meminjamkan (bahkan kpd siapapun,tkt jd kaya gini)
🌹 *Jawab*
2⃣ walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Hutang itu mesti jumlahnya hanya 500 rupiah jika si peminjam tidak meridhoi nya maka hukumnya wajib dibayar ,bahkan jika orang yang punya hutang itu telah meninggal pihak keluarga wajib membayarkan hutangnya,oleh sebab itu jika kita punya hutang lekaslah membayarnya jangan menghilang,pura2 gak ingat,atau banyak alasan untuk tidak cepat melunasinya.
Untuk anti,berhati2 lagi untuk meminjamkan uang kepada orang lain siapapun itu jika pertama dia pinjam tapi sudah sulit saat ditagih nanti jika dia pinjam lagi katakan saja jika hutang yang pertama harus dibayarkan dulu ,kalau dia punya alasan lain ukhti bisa menilainya sendiri jika dia termasuk orang yang berbelit dalam masalah uang dan ambillah pelajaran supaya lebih waspada meminjamkan uang terhadapnya. Karna uang persahabatan bisa menjadi permusuhan,so berhati2lah. Bukan berarti ukhti gak boleh meminjamkan uang kepada orang lain yah sebagai bentuk empati antar sesama maka bangunlah sifat tolong menolong gak perlu ukh takut cukup waspada saja karna kehidupan ini seperti roda mungkin ukh saat ini masih bisa menolong orang tapi suatu saat nanti ukh bisa minta bantuan orang.

3⃣Ustadzah.. Saya ingin bertanya.. Bagaimana kita menghadapi sahabat yg blm hijrah? Saya baru hijrah dan masih ada sahabat saya yg blm hijrah, sampai saat ini saya masih mencari shabat yg soleha supaya bisa membawa kebaikan. Tapi tentu saja saya tdk bisa meninggalkan sahabat lama saya. Saya hrs gmna ya ustadzah? Menjaga jarak, atau membagi waktu utk shabat lama saya? Syukron.. πŸ™
🌹 *Jawab:*
Jika kita ingin membantu sahabat kita untuk hijrah maka berilah contoh yang baik dengan cara istiqomah dalam penghijrahan kita,jangan pernah sesekali meninggalkan mereka,tuntun dan nasehatilah dengan cara yang baik dan lembut. Jika ukh sering melakukan itu insya Allah hidayah segera datang kepada mereka karna menurut versi ana hidayah itu datang disaat kita sering bertemu dengan orang2 yang istiqomah dalam berhijrah.
Ukhti juga carilah dan perbanyaklah sahabat2 yang shalehah mudah2an hijrahnya makin mantap😊

4⃣ Perkenalkan nama saya Eno Aprianti dari pontianak. Ustadzah bagaimana mencari sahabat fillah tersebut, bagaimana kalo kita menganggap seseorang itu sahabat, tapi dia malah gak nganggap kita ?? Apakah dalam mencari sahabat kita perlu mengungkapkan bahwa kita ingin bersahabat hingga ke akhirat ? Maaf pertanyaannya kebanyakan😁, mohon penjelasanya, terima kasih.
🌹 *Jawab:*
4⃣ Ukhti,jika kita sudah memperlakukan dia sebagai sahabat kita maka dia pun akan memperlakukan kita sebagai sahabatnya bahkan bukan hanya sekedar sahabat di hadapan keluarganya kita sudah dianggap seperti keluarganya sendiri. Kalau dia tidak menganggap kita sahabat maka dia bukan sahabat bagi kita.
Gak perlu diungkapkan cukup dibuktikan,dengan cara apa? Dengan cara yang baik dijalan yang terbaik.

5⃣ Assalamualaikum
Ana anisa, ustadzah, apabila kita memiliki tman dkat/"sabat" n kita sudah tidak sepemikiran n sepaham apakah kita boleh memberi jarak? Tanpa memutus silaturahim
🌹 *Jawab:*
5⃣ walaikumsalam warahmatullah...
Boleh saja,jika orang seperti ini yang tidak sepemikiran dengan kita akan menimbulkan sesuatu yang baik kedepannya,daripada itu terjadi dan mengakibatkan putusnya tali silaturahmi lebih baik menjaga jarak saja tanpa memutuskan silaturahmi. Jadi ukh aman hubungan kalian pun tetap berjalan dengan nyaman.

6⃣ Assalamualaikum ustadzah nama ana futri biasa dipanggil fumar, ustadzah ana mau tanya. Tapi ana ada sedikit cerita, gini kan ana punya sahabat kita itu 10org termasuk ana. Lalu mungkin ini takdir Allah, ana ingin sekali berhijrah,lalu ana insyaAllah benar benar berhijrah. Setelah itu aku bikin stts yg berisi tentang dakwahan sama minta maaf, lalu mereka ber-9 marah lalu menjauhi ana dan mereka kini selalu mencela dan mencaci hijrah ku, pas waktu ana masih gabung sama mereka,mereka selalu pakai hijab dan tidak mengumbar auratnya, lalu setelah ana tidak ada lg di kehidupan mereka,mereka mengumbar2 ngumbar auratnya sampai buka jilbab. Pertanyaannya, apakah mereka termasuk ciri ciri sahabat atau bukan? Hhe terimakasih. Aseef panjang hhe
🌹 *Jawab:*
6⃣ walaikumsalam warahmatullah...
Ukhti,perlu diingatkan yang namanya sahabat itu dia akan marah jika kita masih dalam jalan yang tidak bukan sebaliknya. Contoh kecilnya saja jika ukhti pakai kerudung lalu rambut ukhti kelihatan dia langsung sigap merapihkan kerudung ukhti supaya rambut yang keluar tidak terlihat lagi,itu salah satu contoh kecil sahabat sesurga.
Jika kita ingin menjadi wanita shalehah maka carilah sahabat yang paling baik seseorang yang akan menuntun kita dijalan dakwah bukan dijalan yang salah. Seperti apa yang ana sampaikan tak apa kita punya sedikit sahabat asal sesurga daripada punya banyak sabana tapi mengajak maksiat,so sahabat sesurga itu mesti kita punya 1 orang terasa punya 1000 orang.

7⃣ Assallamualaikum ustadzah.. ana yanti dari bandung , ana mempunyai sahabat bisa dibilang grup karna berbeda2 nah grup 1 sahabat" ana semua nya hijrah dan mereka dewasa dan alhamdulillah ana bisa menjadi lebih baik dan jujur ana nyaman bila dengan mereka berempat,, Tapi sahabat ana grup 2 masih dibawah umur ana mereka allhamdulilah berhijab namun belum faham betul tentang agama,, Namun mereka bertiga masih ke anak2 an ,, Bagaimana cara untuk menjaga jarak dengan sahabat grup 2 ustadzah ? Karna yang lebih mengarahkan ana kejalan Allah itu grup 1.. Syukron ustadzah πŸ™
🌹 *Jawab:*
7⃣ walaikumsalam warahmatullah...
Jangan menjaga jarak tetaplah erat bersama mereka ,mereka butuh ukhti sebagai contoh bagi mereka. Jika orang itu bisa hijrah karna mendapatkan ilmu dari kita insya Allah itu akan menjadi amal jariyah buat kita. Jadilah muslimah yang selalu memberikan manfaat bagi orang lain

8⃣ Assalamu'alaikum ustadzah,bagaimana cara menghadapi teman yg baper terhadap pertemanan masa lalu. Jd kita dulu klo SMA klo kmn2 bersama2 mainnya. Namun karna kita udh kuliah di beda2 tempat jdnya pd sibuk. Akhirnya dia kecewa ama kita2. Apakah kita termasuk mendzalimi dia?syukron ustadzah
🌹 *Jawab:*
8⃣ walaikumsalam warahmatullah...
Kehidupan itu tak selalu berjalan dengan sama apa lagi saat sudah kuliah aktivitas setiap hari makin menjadi ini bukan soal mendzalami tapi soal keadaan dan kesempatan yang memang tidak memungkinkan. Silaturahmi dan persahabatan tidak mesti harus ketemu untuk melepas rindu kok,tetap berhubungan dengan saling sapa di chat atau telpon secara rutin itu masih bisa menjadi alternatif mempertahankan silaturahmi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

🌷*RAMADHAN BULAN TARBIYAH* 🌷

♡○•○♡○•○♡○•○♡○•○♡○•○♡○•○♡○•○♡ _Sahabat Surga Rahimakumullah.._ 🌸 Diwajibkan atas orang-orang beriman satu bulan penuh dalam perjalanan...