Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Banyak orangtua yang melarang anaknya untuk memakai cadar dengan berbagai macam alasan. Bahkan tak jarang orangtua melarangnya karna takut anaknya mengikuti aliran sesat yang dapat menjerumuskan anaknya ke lubang yang tak baik. Sungguh sebagai seorang anak terkadang kita merasa sedih jika orangtua kita belum memahami makna syariat Islam yang sesungguhnya.
Banyak orangtua yang tetap bersih keras melarang anaknya memakai cadar tanpa berpikir ulang bahkan ada orangtua yang sampai rela kehilangan anaknya daripada melihat anaknya memakai cadar. Dengan hal seperti ini dan tekat sang anak yang begitu kuat ingin tetap memakai cadar tak jarang sang anak sembunyi-bunyi mengenakan cadar dari mata orangtua atau keluarganya.
Saat di lingkungan rumah mungkin tak memakainya karna keadaan orangtua,keluarga,tempat kerja atau tempat sekolah yang kurang mendukung namun kita bisa memakainya diluar keadaan tersebut dengan alasan menjaga diri, misalnya saat kita dipasar, di majlis-majlis yang ada kaum ajnabi dan dikeramaian lainnya.
Bukankah Islam itu mudah??
Bukankah Islam itu saling menghargai??
Bukankah Islam itu saling membina bukan menghina??
Sungguh ,bukan maksud memainkan cadar hanya saja sesuatu yang tidak bisa dicapai seluruhnya, jangan ditinggal sepenuhnya.
Jika telapak kaki wanita saja ditutupi,tentunya wajah lebih pantas ditutupi dari pandangan laki-laki sebab wajah jauh lebih menggoda daripada telapak kaki. Sesungguhnya wajah wanita itu jauh menggoda lelaki daripada rambut kepala,leher,lengan,betis,maupun telapak kakinya. Apalagi jika wanita itu cantik atau bahkan sangat cantik. Perlu kita ketahui sebesar-besarnya fitnah bagi lelaki adalah perempuan.
Jika rambut kepala,leher,lengan,betis dan telapak kaki wanita ditutupi untuk melindungi diri wanita dan meminimalisir fitnah bagi lelaki,maka menutupi wajah bukanlah keanehan apalagi simbol radikal. Ketahuilah bahwa ia adalah bagian dari kemuliaan petunjuk Islam.
Bahkan Uqbah ibn Amir r.a.,Rasulullah Saw,bersabda, "Waspadalah,jangan menemui kaum wanita." Lalu ada seorang laki-laki dari kalangan Anshar bertanya kepada Rasulullah, "Walaupun ia saudara ipar?".
Nabi langsung menjawab, "Menemuinya seperti menemui kematian".
(HR. Ahmad,Al-Bukhari dan Al-Tirmidzi).
Dari hadits tersebut sangat jelas betapa besarnya fitnah seorang laki-laki terhadap wanita. Jika wanita yang sudah memakai kerudung besar dan lebar,gamis panjang menyapu jalan,serta sudah mampu memakai cadar saja masih bisa menjadi tempat fitnah lantas bagaimana dengan yang tidak menutup aurat?
1. Madzhab Hanafi. Wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai niqab hukumnya sunnah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah.
2. Madzhab Maliki. Wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnya sunnah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah. Bahkan sebagian ulama Maliki berpendapat seluruh tubuh wanita adalah aurat.
3. Madzhab Syafi'i. Aurat wanita di depan pria ajnabi (bukan mahram) adalah seluruh tubuh. Sehingga mereka mewajibkan wanita mengenakan cadar di depan lelaki ajnabi. Inilah pendapat mu'tamad madzhab Syafi'i.
4. Madzhab Hambali. *Imam Ahmad bin Hambal berkata, "Setiap bagian tubuh wanita adalah aurat, termasuk pula kukunya." (Dinukil dalam Zaadul Masiir , 6/31).
Wahai umi dan abiku...
Sungguh ingin aku katakan dari lubuk hatiku yang paling dalam bahwa aku ingin memakai cacar agar kalian bangga karna memiliki anak yang telah perlahan belajar mengikuti sunnah. Bukan,aku bukan ingin mengikuti aliran sesat ataupun teroris. Bukan itu! Aku hanya ingin menjadi wanita yang dirindukan surga Allah.
Bismillah...
Maha besar Allah telah menciptakan wanita dengan penuh keindahan.
Memberikan kemuliaan dalam ayat-ayat cintaNya yaitu Al-Qur'an.
Kerudung dan pakaian panjang yang telah dianjurkan.
Untuk menjaga jati diri seorang muslimah atas nama sebuah kehormatan.
Tak jarang sehelai kain pun telah dipakai untuk menutupi wajahnya.
Seakan ada kesejukan di sekeliling bola matanya.
Sungguh,hati ini bertanya-tanya mengapa foto wajahnya tak ada di dunia maya.
Kini ku tahu jawabannya tak lain dan tak bukan aku harus mengetuk pintu rumahnya.
Walau ku tak tahu seperti apa wajah yang selalu engkau sembunyikan tapi aku sangat tahu bahwa engkau tetaplah seperti wanita lainnya yang gemar berdandan namun tidak terpublikasikan.
Selalu menjaga wudhu sebagai tanda pembatas dari laki-laki.
Bahkan tak memakai wewangian tiap kali pergi.
Alis tak diukir,kaos kaki pun selalu dipakai kesana kemari.
Wahai wanita bercadar sungguh hati ini telah bergetar.
Aku sangat yakin ada kelembutan dari bibir yang tak dipamerkan dan ada keteguhan dari pipi merona yang dirahasiakan.
Begitu banyak orang yang memandangmu sebagai seorang teroris,bahkan terkadang tiap kali terluka engkau pun selalu menangis,tapi engkau tetaplah istiqomah dan optimis.
Perlu engkau ingat,wahai calon bidadari surga tak perlulah engkau bersedih karna akulah salah satu pengagum dirimu.
Sari dari tegal..
Ustadzah sari mau tanya..
Sari pake niqob jikalau hadir di acara maulid. Tapi memakainya di masjid tidak dari rumah karena sari tidak di perbolehkan orang tua. Apakah boleh ustadzah?
Tapi kalau dari rumah sudah memakai masker ustadzah..
Terimakasih ustadzah
Walaikumsalam warahmatullah...
Boleh,lebih baik menjalankannya mesti baru setengah daripada meninggalkannya secara menyeluruh.
Seperti pepatah,jangan mempersulit diri disaat yang mudah ada.
Tapi juga gak bisa bermudah2.
Tempatkan sesuai porsinya.
So,Islam itu agama yang tidak pernah membebani umatnya
anna fatmawati dari serang.
mau tanya udtadzah.
gimana hukumnya kalau kita sendiri belum siap untuk memakai cadar ?
Walaikumsalam warahmatullah...
tak apa ukh karna hakikatnya cadar itu sunnah. Tapi kita mempunyai kewajiban yang wajib kita jalankan sebagai seorang muslimah yaitu menutupi aurat secara syar'i tidak ketat,tidak menerawang,dan tidak bertabaruj atau berlebih-lebihan seperti kaum jahiliyah
Salam ukhuwah..nama ana akhirul anna asal pekalongan
Bagaimana cara agar istiqomah memakai cadar?? Kedua..alhamdulillah ana pake cadar..hanya saja, di luar sana banyak org lain beranggapan bhwa ana itu kaya akan ilmu islam..padahal ana sendiri masih sangat fakir ilmu,haus akan ilmu..apa karena cover ana mengundang fkiran orang sprti itu??dan bgaimana ana menyikapi nya??karna disisi lain ana sedang hijrah mencari ilmu..
Syukran
Walaikumsalam warahmatullah...
Istiqomah itu yang susah apalagi jika lingkungan kurang kondusif untuk memakai cadar. Cara istiqomah yang baik adalah niat. Niat karna siapa dan untuk siapa. Jika niat karna Allah dan untuk Allah bagaimana pun kondisinya dia tetap istiqomah memantapkan hati namun perlu kita ketahui dulu hukum cadar sebenarnya jangan sampai karna memakai cadar hubungan kita dengan keluarga menjadi terpecah belah.
Dan yang kedua,ana pun seperti itu kok mata masyakat zaman sekarang lebih melihat diluar bukan di dalam jika mereka tahu sebenarnya diri ini pun masih haus akan ilmu apalagi ilmu agama. Cara menyikapinya jika orang memandang kita baik,alhamdulillah semoga kita bisa menjadi baik. Dan jika sudah dipandang orang baik maka belajarlah terus menjadi baik agar bisa lebihkan baik.
(Akhirul anna)
Sbnarnya jika memakai cadar itu, posting2 fto boleh atau tidak??namun caption nya itu sperti puisi atau berdakwah..
Atau mgkn bhkan endors??krna ptma x ana memakai cadar, masi suka posting..cuma skrg ana lg menghapus postingan fto ana..karena tkut mngundang fitnah dari cara fto menampakkan alis dan mata saja..krna ana skrg sadar akan hal itu..bagaimana ustadz??
4. Ya ada yang bilang hakikatnya menutupi tapi ingin dilihat. So ,kita hidup di zaman mana keadaan arus globalisasi gak bisa kita hindari tapi hanya bisa kita seleksi. Masalah seperti ini kita harus melihat tujuan dan dampaknya. Jika tujuan baik dan dampaknya baik maka hukumnya tidak haram. Jika tujuannya untuk berdakwah memajukan umat dan untuk endorse demi kebutuhan hidup kita,so menurut ana sah saja. Coba kita tengok ustdzah yang sudah terkenal dia tetap menggunakan sosmed kan? Karna apa karna dia melihat tujuan dan dampaknya tapi tetap di dumay kita harus memiliki etika baik yang bercadar maupun tidak.
Etikanya seperti apa? 1. Tidak membuka aurat.
2. Pakaian yang dikenakan tidak menerawang,tipis,atau pun menyeplak membentuk tubuh.
3. Tidak berdandan berlebihan seperti kaum jahiliyah
4. Menggunakan pakaian syar'i.
5. Tidak berpose menggoda seperti menjulurkan lidah,memajukan bibir,dan menggenitkan mata seakan menarik perhatian laki2.
Ana Hani dari Lembang
Ustadzah ana mau bertanya bagaimana untuk menyingkirkan perasaan minder dari org lain. Krna jujur ana ingin sekali bercadar tapi selain krna masih blum ada izin dari suami. Ana juga sering merasa takut jika d kata sok suci..
Walaikumsalam warahmatullah...
Minta izinlah kepada suami,yakinkan dia jika tujuan bercadar selain karna Ψ§ΩΩΩ tapi ingin menjaga kecantikan kita yang hanya akan dipersembahkan hanya untuknya.
Ana punya cerita kisah nyata seseorang. Dia masih muda bahkan sangat cantik tapi dia terjerumus ke jalan yang tidak baik dan akhirnya sampai berbuat zina layaknya hubungan suami istri dengan pacarnya lalu dia ditinggalkan pacarnya setelah melakukan hal tersebut. Ketika kehormatan wanita tak hilang kepada orang yang salah maka traumalah yang di dapat pada akhirnya dia hijrah dan mantap memakai cadar bahkan penampilannya saat ini bikin ana kagum. Jadi dapat kesimpulan,Jika orang suci saja punya masalalu maka pendosa berhak akan masa depan jadi kita punya hak untuk memperbaiki diri kita menjadi lebih baik so lets go hijrah!
Walaikumsalam warahmatullah...
Langkah pertama ,ambil hati mereka terlebih dahulu.
Mereka mau apa turuti dengan baik bahkan kalau bisa sering2 kasih makanan kesukaannya bisa dibilang sogokan sih tapi ini salah satu cara mengambil hati seseorang. Setelah itu mulai bicarakan dengan orangtua disaat hati mereka sedang damai dan saat kondisi mereka sedang santai. Katakan kepada mereka jika tujuan ukh ingin bercadar karna ingin menjalankan sunnah dan ingin menjaga apa yang mesti harus dijaga. Bilang juga jika ukh tidak mengikuti pengajian yang aneh takutnya orangtua memandang ukh pengikut aliran sesat jelaskan secara detail jika masih kurang ampuh lakukan terus menerus sampai luluh layaknya kita meminta kepada Allah. Allah gak akan tega melihat hambaNya terus merayu dengan permintaan yang sama pasti akan dikabulkan begitu pula dengan orangtua kita gak tega lihat anaknya merayu terus jika perlu sertakan orang yang mendukung untuk mengatakan hal seperti ini ke orangtua ukh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar