🗓Tanggal : *05 mei 2017*
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ للهِ وَبَرَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠَّﻪِ ﻧَﺤْﻤُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻬْﺪِﻳْﻪِ ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ . ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ . ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻭَﺳَﻠِّﻢْ ﻭَﺑَﺎﺭِﻙْ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ ﻭَﻣَﻦِ ﺍﻫْﺘَﺪَﻯ ﺑِﻬُﺪَﺍﻩُ ﺇِﻟَﻰ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ .
Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat.
Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT. Karena atas limpahan rahmat-Nya-lah pada pagi hari ini kita dapat berkumpul di grup yang mulia ini untuk menimba Ilmu dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Shalawat beriring salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabiullah Muhammad Shalallahu alaihi Wasallam . Rosul yang membawa risalah Al-Islam yang akan selalu kita nanti syafaatnya di yaumul akhir kelak ukhtuna shalihah, in syaa allaah pd mlm penuh berkah ini, kita akan berbagi dan berdiskusi dg tema:
*Membangun mental keluarga surga*.
Membangun mental sebuah keluarga, dg cita2 ukhrowi
Ini akan sangat berpengaruh kpd bagaimana ia mencari pasangan, bagaimana ia membangun keluarga impian, bagaimana ia membangun sinergi dg pasangan dan keturunan yg diamanahkan Allaah, utk suatu tujuan besar : masuk jannah bersama2.
Bermula dr komitmen inilah, mental sebuah keluarga surga dibangun.
Banyak hal yg harus kita lakukan utk mengejar ridha Allaah lewat washilah keluarga:
1. seputar pernikahan
*mempershalih diri/memantaskan diri sebelum melangkah k jenjang pernikahan,
*selalu jaga diri, jaga hati, jaga iman agar allaah menjaga kita.
*nikah adalah ibadah, jangan nodai proses dan langkah2nya dg dosa apapun, termasuk pacaran.
*memilih calon pasangan dg standar Islam ("pilihlah yg baik agamanya...")
*Nikah setengah dr agama, artinya banyak sekali potensi pahala yg bisa didapatkan lewat pintu pernikahan,
*jadi shalihah lewat menikah (dg taat, menyenangkan dan pandai menjaga diri)
*Perencanaan matang bahkan sejak malam pertama,
*awali semuanya dg niat lillaahi ta'ala,
*siapkan hati utk menerima perbedaan. asalkan punya cita2 yg sama, perbedaan bisa dikelola mjd potensi pahala luar biasa
2. Seputar anak
*Berlindung pd allaah sebelum aktivitas suami istri,
*Minta anak2 shalih,
*perbaikan diri sebelum lahir si buah hati,
*persiapan ruhi dg selalu mendekatkan diri pd Allaah
*berburu ilmu mendidik anak
*membangun sinergi dlm mendidik anak, dg syuro dan bagi tugas antara suami istri ttg program pendidikan bagi anak2
3. Seputar memperlakukan anak:
Hal2 yg harus selalu kita sadari:
Qs Zukhruf :67:
"org2 karib pd hari itu saling bermusuhan, kecuali org2 bertaqwa"
Ukhtuna shalihah,
Yg tak kalah penting dlm membangun mental keluarga surga adalah menyiapkan anak menuju balig, terutama tanggung jawab sbg hamba Allaah dan menyiapkan sosok pemuda yang rasyid. Rasyid (cerdas, cerdas prioritas, ketrampilan mengelola harta, ketrampilan manajerial) tdk dapat diproses dg instan, ia membutuhkan proses panjang yg membutuhkan sinergi dr banyak pihak. Sejak anak usia 7thn, tanggung jawab ortu bukan hanya mengajarkan shalat dan memisahkan tempat tidur, tp ada banyak hal yg harus tersosialisasikan dg baik kpd anak dan pastikan bahwa anak paham dan menerima semua itu sbg bagian dg fase kehidupan yg harus dijalani. Diantaranya:
suami istri yg sdh disatukan takdir allaah, adalah sepasang kekasih yg telah dipilihkan allaah, yg satu sama lain menjadi penolong, saling melengkapi dan mendoakan, shg mereka dan anak2 keturunan mereka, bisa selamat sampai surga... hidayah yg dianugerahkan allaah kpd sang istri, bukan suatu hal yg harus memisahkan mereka, tp justru harus menjadi jalan bagi suami dan anak2 utk juga mendapat ni'mat hidayah...setiap upaya istri mendoakan, mengingatkan, membimbing suami, terus berusaha jadi istri yg taat, sejuk dan menyenangkan, tidak ada yg sia2 di hadapan allaah. itulah makna bahwa menikah adalah setengah dr diin, krn ada begitu banyak peluang pahala yg disediakan allaah utk mereka.
Apapun perbedaan yg ada, jangan ada opsi berpisah, kecuali diantara mereka ada yg berzina, atau murtad. Sepanjang perbedaan/ kesalahan yg msh bisa diperbaiki dan dibenahi, terus lah berusaha memberikan servis terbaik, mengingatkan dg cinta, mendoakan dg tulus. Insyaa allaah, semoga allaah memandang ketaatan dan upaya istri sbg suatu jalan yg patut bagiNya memberikan hidayah bagi suami dan anak2 mereka...
dawah adalah cinta, dan cinta memintamu segalanya, sadar dan lelapmu, semua penuh mimpi utk kemaslahatan dan dawah...
Dawah adalah seni, seni mengajak, menyeru dan membimbing, agar lingkungan terdekat kita mendapat anugrah shibghoh dan hidayah krn upaya kita.
Sebelum melangkah mendawahi yg jauh, mulailah di lingkungan terdekat kita, di keluarga..."Quu anfusakum waahliikum naaroo..." Keluarga terdekat adalah basic bagi tumbuh kembang anak2 kita, shg sblm anak2 lahir, pastikan bahwa kita telah mulai menyentuk keluarga dg dawah. Menyiapkan basic lingkungan yg kondusif ini sangat penting, krn baik buruknya anak kita, tergantung lingkungan terdekat yg mewarnainya.
Kita harus mendekati dan mendawahi orangtua kita, kakak/adik kita, menjalin sinergi dan menyamakan persepsi dan visi misi dg suami kita, shg semua bisa sepakat dlm satu langkah perjuangan, menjadikan keluarga besar tsb sbg keluarga islami yg diharapkan, semuanya selamat sampai surga...
Utk adik perempuan yg sdh dewasa, kewajiban kita hanya mengajak, mengingatkan dan mendoakan, sesekali kasih hadiah. Bukan memaksa. Adalah hak dia utk memutuskan sikap dan perilakunya.
Urusan kita hanya berusaha dan berdoa, sbg bagian dr menunaikan kewajiban seorang hamba kpd rabbnya.
*Watawa shoubil haq watawaa shoubish shobr* adlh *kewajiban dr allaah*, dan kita terkait langsung denganNya, utk selalu mentaatiNya.
Adapun hidayah, adalah milik allaah, hanya Dia yg menguasai hati hambaNya...jd, tetap berusaha dan berdoa, hasilnya kita tawakal pd allaah.
Gak usah pake acara kesal atau marah ukhti shalihah, cape, nanti malah adiknya semakin menjauh...yakini bahwa yg memberikan hidayah hanyalah allaah. Rasul sj tdk berhasil mengislamkan pamannya, apalagi kita? alhamdulillah klo adeknya sdh muslim, tp upaya kita mengingatkan dll, in syaa allaah berbuah manis. klo tak di dunia, in syaa allaah di akhirat...
ya, dawah adalah cinta dlm bahasa lain, agar orang2 yg kita cintai bisa selamat sampai akhir, berkumpul bersama di jannahNya allaah...jd, klo cinta, jangan pake acara keras dan marah2 ya...gunakaan bahasa dan cara rahmah, sepanjang tdk sampai menista agama..
rosul saw sdh memberi kita teladan, klo beliau yg dihina, beliau tdk marah, tp klo islam yg dihina, maka beliau marah bahkan sampai mengangkat senjata...
*Fb : Mar'ah Shalihah & MBA Mar'ah Shalihah*
*Blogger : majelisbelajarakhwat.blogspot.com
*IG : @majelisbelajarakhwat*
*Grup Fb & Fanspage: MBA Mar'ah Salihah*
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar