Blooming Sparkly Red Rose

Rabu, 10 Mei 2017

*Memeluk Islam Merupakan Fitrah*

Seharusnya tidak ada keberatan sama sekali bagi manusia untuk memeluk Islam. Sebaliknya, dia akan merasa berat dan susah ketika harus keluar dari Islam. Pasalnya, memeluk Islam sesungguhnya merupakan fitrah manusia. Secara tersirat, ayat ini menegaskan akan realitas tersebut. Para mufassir menafsirkan kata fithrah Allâh dengan kecenderungan pada akidah tauhid dan Islam, bahkan Islam itu sendiri. Selain ayat ini, kesesuaian Islam dengan fitrah manusia juga dapat terlihat pada beberapa fakta berikut:
Pertama: adanya gharîzah at-tadayyun(naluri beragama) pada diri setiap manusia sehingga ia bisa merasakan dirinya lemah dan ringkih. Ia membutuhkan Zat Yang Maha Agung, yang berhak untuk disembah dan dimintai pertolongan. Karenanya, manusia membutuhkan agama yang menuntun dirinya melakukan penyembahan (‘ibâdah) terhadap Tuhannya dengan benar.
Kedua: dengan akal yang diberikan Allah Swt. pada diri setiap manusia, ia mampu memastikan adanya Tuhan, Pencipta alam semesta. Sebab, keberadaan alam semesta yang lemah, terbatas, serba kurang, dan saling membutuhkan pasti merupakan makhluk. Hal itu memastikan adanya al-Khâliq yang menciptakannya. Dengan demikian, kebutuhan manusia pada agama, selain didorong oleh gharîzah at-tadayyun, juga oleh kesimpulan akal.
Lebih jauh, akal manusia juga mampu memilah dan memilih akidah dan agama yang benar. Akidah batil akan dengan mudah diketahui dan dibantah oleh akal manusia. Sebaliknya, argumentasi akidah yang haq pasti tak terbantahkan sehingga memuaskan akal manusia.
Oleh karena itu, secara fitri manusia membutuhkan akidah dan agama yang haq, agama yang menenteramkan perasaan sekaligus memuaskan akal. Islamlah satu-satunya yang haq. Islam dapat memenuhi dahaga naluri beragama manusia dengan benar sehingga menenteramkannya. Islam juga memuaskan akalnya dengan argumentasi-argumentasinya yang kokoh dan tak terbantahkan. Dengan demikian, Islam benar-benar sesuai dengan fitrah dan tabiat manusia. Karena begitu sesuainya, az-Zamakhsyari dan an-Nasafi menyatakan, “Seandainya seseorang meninggalkan Islam, mereka tidak akan bisa memilih selain Islam sebagai agamanya.”
Sesungguhnya bagi manusia, menolak Islam jauh lebih sulit dan berat ketimbang menerimanya. Seharian, doa pun atau siapa pun lebih mudah memelihara tabiat asli dan jatidirinya daripada harus mengubahnya.
Antara Fitrah dan Godaan
Kesesuaian fitrah manusia dengan Islam juga dijelaskan dalam dalil-dalil naqli. Alah Swt. berfirman:
]وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِيْ آدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوْا بَلَى شَهِدْنَا[
Ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.”(QS al-A‘raf [7]: 172).
Allah Swt. juga berfirman di dalam hadisqudsi:
«وَإِنِّي خَلَقْتُ عِبَادِي حُنَفَاءَ كُلَّهُمْ وَإِنَّهُمْ أَتَتْهُمْ الشَّيَاطِينُ فَاجْتَالَتْهُمْ عَنْ دِينِهِمْ»
Sesungguhnya aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif (lurus) semuanya dan sesungguhnya mereka didatangi setan, lalu setan itu membelokkan mereka dari agama mereka. (HR Muslim).
Rasulullah saw. juga bersabda:
«مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلاَّ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ»
Tidak ada seorang anak kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kemudian kedua orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. (HR al-Bukhari).
Kedua hadis di atas menjelaskan tentang kondisi awal setiap manusia. Dalam hadis pertama disebutkan, setiap manusia diciptakan dalam keadaan hanîf, yakni lurus dan tidak condong pada kesesatan. Adapun dalam hadis kedua dinyatakan, setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, namun fitrah yang dimaksudkan di sini adalah pengakuan terhadap Allah Swt.
Lalu, mengapa ada manusia yang tidak mau menerima Islam sebagai agamanya?
Hadis pertama di atas menjelaskan, penyimpangan manusia dari fitrahnya disebabkan oleh bujuk rayu setan. Hadis kedua menjelaskan, pendidikan yang salah dari orangtua merekalah yang menjadi faktor penyebab keluarnya manusia dari fitrahnya. Namun demikian, faktor dalam diri manusia juga turut menjadi penyebabnya. (Lihat: QS al-A‘râf [7]: 179).
Bertolak dari paparan di atas, orang yang menolak Islam benar-benar sangat keterlaluan. Pantaslah jika mereka mendapatkan siksa yang amat berat dari Allah Swt. Na’ûdzubillâh min dzâlik!
Wallâh a‘lam bi ash-shawâb. []
🌸🌹 *MAJELIS BELAJAR AKHWAT MAR'AH SHALIHAH ROOM 1* 🌹🌸
🌸🌹 *Tanya Jawab* 🌹🌸
*Pertanyaan:*
1⃣ Assalamualaikum Ustadzah, apakah sejak lahir kita sudah dinyatakan Islam? Ataukah hrs mengucap syahadat terlebih dulu?
🌹 *jawab*
Wa'alaikumslmWrWb Ukhty Rihdatul..
dr QS 7: 172 di atas telah dinyatakn, pd dasarnya sblm manusia terlahir ke dunia, Allah telah mengambil kesaksian mrk, bhw mrk mengakui Rabb mrk hanyalah ALLAH yg Esa, tiada lagi Tuhan2 yg lain. Maknanya, bhw Agama dg Tauhid yg lurus itulah yg merupakan fitrah manusia.
Dpertegas dlm hadits, stp anak lahir dlm keadaan suci (fitrah), namun bisa krn godaan syeta dan didikan orangtualah yg dapat mjdikan mrk berpaling dr agama yg lurus.
Menurut pndapt jumhur ulama, ktk qt sdh lahir dlm keadaan Muslim, maka tidaklah diwajibkan mengucapkn syahadat spt halny seorang Mualaf.. dg catatan, selama hidupnya dy msh myakini (i'tiqadi) kebenaran Islam & Rukun Iman.
Mmg ada pula pendapat yg myatakn wajibnya bsyahadat meski sjk lahir dy muslim,, namun, yg sy pahami pendpt tsb lemah..

2⃣ Assalaamu'alaikum Ustadzah.. Ana Ukhty Resi dari Ciamis mau bertanya. Apakah fitrah seorang anak tergantung didikan ortu? Bagaimana kalo ortu tdk memberikan pendidikan terhadap anaknya sesuai fitrah? Syukron Ustadzah
🌹 *Jawab*
Ukhty Resi yg drahmati Allah,, di dlm hadits, dapat dipahami demikian,, sebab pengaruh didikan orgtua pula, yg myebabkn anak terlahir dlm keadaan Nasrani/Yahudi/Majusi.
Memg benar, bhw lahiry qt ke dunia dan dbesarkan dlm kelg. mana, bukanlah keinginan qt,, ini merpkn hak preogratif Allah,, alias sdh mjd Qadha Allah.
Namun, Allah tak mungkn Tak Adil kpd manusia yg tak lain a/ hambaNya. DiberikanNya akal tuk manusia, agar ia bs mbedakn yg hak & batil, mw ke jln taqwa ataukah maksiat/sesat. Shg, suatu hal yg wajar, bhw manusia akn mpertanggungjwbk perbuatanny kelak.
Termasuk,, kpd para orangtua. Slh satu kwjbn mrk, bukan skdr melahirkan dan mbesarkan. Tp wajib mendidik anak2nya dg agama fitrah; Islam.
Sungguh berdosa, orgtua yg lalai/ mninggalkam kwjbn tsb.
Lihatlah dampaknya pd masa skr,, betapa byk kehidupan remaja yg rusak, kenakalan mrk jg dsebabkn oleh kenakalan orangtuanya,, tdk mjd teladan yg baik. Bhkn disadari/ tdk, myuruh anknya berprilaku tak sesuai Syariat Islam. Atau bisa pula mrk sbg imbas atas ketidak shalihan ortu. Mis: pacaran, mbuka aurat, durhaka kpd ortu, narkoba, free sex, dsb..

3⃣ Assalamu'alaikum ustadzah ,ana Pipiet dr Bandung.Bagaimana halnya dengan anak dalam pemeliharaan(dlm hal ini keponakan),saya dan orgtw saya(nenek kakek) anak tsb berusaha mendidik dgn sebaik2nya,tp anak tsb ttp menjadi anak yg asif t*d*k baik
🌹 *Jawab:*
Wa'alaikumSlmWrWb, teh Pipiet..
Jika qt lihat fakta yg ada, sbnrnya tdk hny faktor pendidikn org tua sj yg mpengaruhi pola fikir dan pola sikap anak. Meski, ini jg bisa mjd faktor dominan/non dominan.
Sebab, kepribadian anak (pola fikir dan pola sikap) terbentuk dari kebiasaan di dlm lingkungan di mana ia tinggal, entah lingkungan kelg, lingkungn masyarakat, dan jg pengaruh negara..
Jadi,, memg saat ini qt tdk bs hnt mengadalkan pendidikn drumah saja, yg misalnya sdh dididik/dbina dg agama. Anak bisa saja baik di dlm rumah, tp sebalikny ktk di luar rumah,, krn memg arah pendidikn dluar rumah tdk sejalan dg yg ada drumah. Berbagai paham2 sekuler (budaya permisif/serba boleh, budaya hedonis/pemuja materi, budaya liberal/serba bebas, materialistis, dsb), justru yg mendominasi kehidupan qt, shg disadari/tdk, qt bprilaku bkn sbg ciri khas umat islam, tetapi umat non muslim.

4⃣ Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. Asiif jidan Ustadzah kalo ana banyak nanya 😊
1. Apakah arti dari sulbi yang di sebutkan dalam (QS. Al-A'raf [7]: 172) ?
2. Faktor penyebab manusia keluar dari fitrahnya 'Namun faktor pada diri manusia juga turut menjadi penyebabnya' seperti apakah contoh penyebab nya ?
3. Jika seorang islam keluar dari Agama nya, apakah fitrah itu sudah tentu hilang dari diri nya ? Apakah orang non islam tidak mempunyai fitrah ?
🌹 *jawab*
1. Yg dmksd a/ tulang Sulbi yakni bgn paling ujung dr tulang belakang manusia, mungkin kita lebih mengenalnya dg sebutan tulang ekor.
"Semua bagian tubuh anak Adam akan dimakan tanah kecuali tulang sulbi yang darinya ia mulai diciptakan dan darinya dia akan dibangkitkan." [HR. Bukhari, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad]
Sedangkan di dalam Al-Quran Allah SWT berfirman:
"Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang dipancarkan, yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada." [QS. At-Tariq ayat 5-7]
2. _"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai."_ qs Al Araf:179
Manusia dibekali oleh Allah berbagai kemampuan sehingga akan memudahkn dirinya memperoleh petunjuk/Hidayah: penglihatan, pendengaran, qalbu, dan akal mrk. Namun, krn kecenderungan hawa nafsunya kpd kemaksiatan, yg myebabkan ia dapt keliar dr fitrahnya. Bhkn Allah mgkiaskan, manusia tsb lebih sesat/rendah dr hewan ternak.
Hari ini, sgt disayangkan skali, tak sdkt dr kaum muslimin yg masih alergi dan bhkn menolak sYariat islam dterapakn dlm kehidupn bmasyarkt dan negara. Dg alasan, mgancam kebhinekaan, mngancam NKRI, tdk toleran thd non muslim, atau kty indonesi bukanlah negara Agama.
Pdhl byk ayat, yg mwajibakn qt hnya berhukum dh Hukum Allah saja. (Qs al maidah: 44-50, qs al hasyr: 7, qs an nisa: 59, 65, dsb..). Akhirnya,, saat ini, qt baru mjdkn Islam skedar ibadah ritual,, yg semestinya wajib berupaya sesuai qs 2: 208.
Maka, ktk Allah mwajibkan qt tuk sholat dan puasa, qt pun wajib mlaksanan perintah qishas, mninggalkan riba, menjauhi zina, dsb..
3. Dlm qs al balad: 10,' Allah mengilhamkn manusia 2 jln, fasiq dan taqwa. Namun ni tdk berarti mengikat manusia.Manusia berikhtiar sesuai pilihanya. Jika ia keluar dr Islam, ya tentu ia tlh kluar dr fitrah. Dan ia dihukumi sbg orang murtad.Dan dlm islam, thd org yg demikian hendaklah terus menerus didakwahi tuk kembali kpd Islam. Jika selama 3 hari, tdk mau bertaubat, maka ia mesti dibunuh.Beginilah teladan, dari Rasul dan Sahabat2nya,, Bahkan Abu Bakar r.a memerangi org2 yg menolak mbayar zakat, mengaku sbg nabi,dan murtad.
Hanya saja, kehidupan apt itu tak dapat berlaku pd masa kini, krn sistem Islam blm dterapkn scr Kaaffah.

5⃣ Assalammu'alaikum ustadzah..
Ana Hani dari Lembang.. ana mau tanya bagaimana jika kita berusaha untuk hijrah kembali agar kembali fitrah tetapi orang orang di sekeliling kita masih dalam kelalaian karna godaan syetan?
Misalnya masih berbuat syirik atau terlalu mengejar dunia sehingga langkah kita masih tersendat untuk hijrah..
*afwan jika aga melenceng
🌹 *Jawab*
Wa'alaikumslmWrWb, Teh Hani,,
Allah mmiliki kuasa mbolak balikan hati manusia,, yg qt perlu lakukan hanya tetap istiqomah saja, sembari mdoakan mrk, dan mnasehati mrk dlm agama dg ma'ruf. Sikap istiqomah qt insya Allah akan mjd teladan tuk mrk, dan mdh2n dpt myentuh mrk pd hidayah. Qt tak tau kpn kah ajal qt mjmput,, qt pun tak tw kpnkah Pertolongan Allah akan datang.
Namun yakinlah,, Allah akan mnolong hamba yg menolong agamaNya (Qs 47:7).
Dan,, krn srigala akan mudah mnerkam kambibg yg sdr, maka itu, bertemanlah dg Org2 yg shalih, serta aktif ikut kajian2 talaqqi dan berdkwah ke tengah2 masyarakt.

6⃣ Assalamualaikum mau tanya lg ustadzah apakah faktor keturunan bisa dipersalahkan dr org tua yg tdk baik utk fitrah seorang anak yg berkelakuan tidak baik, pdhl sdh diarahkan kpd jln kebaikan.
🌹 *Jawab:*
Ktk anak tsb belum balig, tentu yg btggubg jawab a/org tua. Tp ktk sdh dewasa, hisab atas amal berlaku masing2. Orgtua hny mengarahkan. Krn standar dewasa dlm islam, a/ ktk ssorg tlh aqil baligh, skalipun usia baru belasan tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

🌷*RAMADHAN BULAN TARBIYAH* 🌷

♡○•○♡○•○♡○•○♡○•○♡○•○♡○•○♡○•○♡ _Sahabat Surga Rahimakumullah.._ 🌸 Diwajibkan atas orang-orang beriman satu bulan penuh dalam perjalanan...