Ingatkah lirik lagu ini...?
_Berbuat baik janganlah ditunda - tunda_
_Berbuat baik janganlah ditunda - tunda_
_Membelanjai anak yatim menafkahi anak yatim_
_Menyantuni fakir miskin melindungi fakir miskin_
_Sembahyang fardu janganlah ditunda - tunda_
_Mulai subuh sampai dzuhur dari dzuhur sampai ashar_
_Dari ashar sampai maghrib dari maghrib sampai isya_
_Beramal shaleh janganlah ditunda - tunda_
_Mentuntut ilmu yang tekun menuntut ilmu yang gigih_
_Mencari rizki yang halal mencari nafkah yang halal_
_Beramar makruf janganlah ditunda - tunda_
_Menghapus kemusrikan menghapus kemusrikan_
_Menyampaikan kebenaran menyampaikan kebenaran_
_“Ah nanti, kalo dapet rezeki lebih mau sedekah.”_
_“Ah nanti, kalo sempet mau tadarus Al Quran 1 juz.”_
_"Nanti, saja naik hajinya kalo dah pensiun"_
_"Ah, nanti.”_
Dan berapa lagi ‘nanti-nanti’ lainnya yang seringkali terucap. Tahukah, jika menunda kebaikan itu adalah strategi Iblis dalam mensukseskan misinya?
Berbuat kebaikan bahkan sebelum dilakukan, memang sudah dicatat sebuah kebaikan. Dalam hadits qudsi, dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
Namun, meskipun sudah dicatat sebuah kebaikan, terkadang kita malah jadi sering menunda-nunda berbuat baik. “Ah, nanti saja.”
‼Ketahuilah, menunda-nunda kebaikan itu merupakan salah satu strategi Iblis dalam melancarkan misinya. Itulah penyakit At Taswif (menunda-nunda melakukan kebaikan)
Abu Al Jald rahimahullah berkata: “Aku mendapati bahwa *at taswif* (menunda-munda kebaikan) adalah salah satu dari tentara Iblis, ia telah membinasakan banyak makhluk-makhluk Allah.” Lihat kitab Hilyat Al Awliya’ wa Thabaqat Al Ashfiya’, 6/54.
*Bersegeralah dalam Kebaikan*
*Sahabat MBA rahimakumullah....*
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ
“...Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan...” (QS Al-Baqarah: 148).
۞ وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍۢ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
*“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,” (QS Ali-Imran: 133)*
Judul kali ini mengandung dua unsur penting; 1) segera menuju kebaikan, 2) jika manusia ingin mengerjakan suatu kebaikan, hendaklah dia segera melaksanakannya dan tidak perlu ragu-ragu.
*Bersegera*
_“Orang Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang Mukmin yang lemah. Dalam setiap kebaikan bergegaslah untuk melaksanakan setiap kebaikan apa yang bermanfaat bagi dirimu. Mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan menjadi orang yang lemah.”_
“Jika salah seorang di antara kamu hendak mengerjakan ibadah haji, maka segeralah dia mengerjakannya karena bisa jadi dia nanti sakit, orang yang sedang dalam perjalanan bisa tersesat dan akan muncul keperluan yang baru.”
Segeralah mengerjakan kebaikan dan jangan ditunda-tunda sebelum datang sesuatu yang menghalangimu.
Kemudian, penulis (Imam An-Nawawi) menyitir firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:
فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ
*“...Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan...” (QS Al-Baqarah: 148).*
Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
_“Sebaik-baik shaf laki-laki adalah yang pertama dan seburuk-buruk shaf adalah yang terakhir. Sebaik-baik shaf wanita adalah bagian belakang, dan sejelek-jelek shaf bagi mereka adalah yang terdepan.”_
Maka gunakan kesempatan dan bersegeralah untuk mengerjakan kebaikan.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
۞ وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍۢ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ | ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
_“Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan yang haq kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya. Aku bersaksi, bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya,” (HR Muslim)._
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
_“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang (yang senang) bersuci,” (HR Tirmidzi)._
*Kepada Surga Allah SWT yang Luasnya Seluas Langit dan Bumi*
_Sahabat MBA rahimakumullah.._
Surga Allah SWT teramat luas dengan batas yang tidak pernah kita ketahui karena terbatasnya akal pikiran manusia. Sayang apabila surga yang teramat luas itu kita tidak ada di sana.
Hal ini bisa dicapai dengan mengerjakan perintah atau bersegera dalam menuju surga dengan mengerjakan amal yang dapat mengantarkan kepadanya. Tidak
ada amal yang dapat mengantarkan ke surga kecuali amal saleh. Inilah yang dapat menjadi perantara bagi seseorang sebagai tiket menuju surga, maka bergegaslah melakukannya.
Kemudian, Allah SWT menjelaskan bahwa luas surga adalah seluas langit dan bumi. Hal ini menunjukkan bahwa luas surga adalah seluas langit dan bumi, yang tidak bisa diukur keculi oleh Allah SWT semata. Maka bergegaslah menuju ke surga dengan mengerjakan amalan yang dapat mengantarkanmu kepadanya, yaitu dengan beramal saleh.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, “Dipersiapkan bagi orang-orang yang bertakwa,”yakni surga itu dipersiapkan bagi mereka dan yang menyiapkan adalah Allah SWT, seperti yang dijelaskan di dalam sebuah hadist Qudsi:
_“Aku menyiapkan bagi hamba-hambaKu yang saleh sesuatu yang tidak dilihat mata, tidak didengar telinga, dan tidak berbetik di dalam hati manusia.”_
Wallahu a'lam
1. Biasakan berbagi kpd teman atau sdr baik makanan atau mainan
2. Jelaskan kl kt pergi berjumpa dgn org yg kekurangan bhw kt bersyukur
3. Latih anak memberi sedekah lsg kpd org yg memerlukan
1)Ana mo bertanya soal shaf wanita yg paling baik dibelakang itu bgmn y,asif alnya jadi banyak jamaah perempuan yg mendahulukan mengisi shaf depan n mengosongkan shaf depan.Smntra kan ada aturan al shaf juga yg mengatur antara posisi jamaah n imam?
2)Ana pernah nadzar apabila berhasil ana mau sodaqoh kpd sebut z A,tp trnyata pada saat waktunya ada B yg lebih membutuhkan.Bagaimana sebaiknya y ustadzah?
1. Kl dlm kondisi tdk ada tabir atau pemisah memang wanita di belakang agar tdk terlalu dkt dgn shaf lk2, tp kondisi skrg ada pembatas mk isi dulu yg dpn br yg nyusul penuhi shaf dulu gk boleh kosong mk syaitan bs hdr
2. Nazar hrs ditunaikan krn janji kpd Allah
Ana ingin bertanya...seperti halnya sabda Nabi shalallahu alaihi wasallam; sebaik baik shaf laki", adalah yg pertama dan seburuk buruk shaf adalah yg terakhir. Sebaik-baik shaf wanita adalah bagian belakang, dan sejelek-jelek shaf bagi mereka adalah yg terdepan,, nah di kapung pemahaman demikian terutama bagi kaum wanita sering meluangkan(tidak melengkapi shaf yg di depannya)dengan memilih shaf d belakang, bagaimana cara memberikan pengertian kepada beliau" ini krn mereka menginginkn shaf terbaik yaitu di belakang..
Asif, bahasany belepotan..
Ana mau tanya 1 : bagaimana hukumnya jika seorang istri memberisedekah secara sembunyi sembunyi dari suaminya di karenakan suaminya katakanlah pelit 2 bagaimana hukumnya jika kita mengerjakan perbuatan baik dgn alasan duniawi.. misalnya jika kita berbuat baik pada pelangga toko agar mereka setia berlangganan pada kita.
1. Niatkan sedekahnya jg buat suami, jd suami dpt pahala jg
2 berarti berbuat baik gk ikhlas ada udang dibalik bakwan, kl ikhlas kt tdk mengharap apapun hanya dr Allah saja
1. Byk istigfar pd Allah atas kelalaian
2. Byk taawuz agar terhindar dr Syaitan
3. Umur kt gk tau jd jgn menunda kebaikan
4. Pentingnya wkt bg kt shg kt menghargai wkt
Ana mau tanya : bagaimana cara kita menyikapi seseorang yang sudah memanfaatkan kebaikan kita? Sedangkan kita tidak pernah berburuk sangka kepada orang itu..
Bagaimana cara agar kita slalu ingin berbuat kebaikan dg segera tsb??
Dan satu lg.ustadzah
Misal wktu adzan, ana bgegas ingin shlt, trs ada tmn ana dan ana ajak buat shalat jg, namun dia blg nnti..trs ana hrus bagaimana lg??
dan kdg pula ana tjerumus juga untuk menunda..apa hal itu bkurang pahala??tp shalat msh d lakukan..
Syukran
Waalaikum salam
Caranya agar berbuat kebaikan segera adalah sadar umur kt gk tau sampai kpn
Kl diingatkan gk mau jg mk sdh lepas kewajiban kt mengingatkan
Kl pahala jelas kurang krn beda pahala berjamaah dan di awal wkt
Saya mau tanya tentang amalan baik utk sedekah.
Bagaimana caranya agar kita sedekah tepat kepada org yg membutuhkan? Mengingat banyak sekali zaman skrg org2 yg bisa saja berpura-pura menjadi pengemis padahal aslinya justru dia bisa dibilang lebih mampu dari kita dri segi harta karna dari hasil mengemis tersebut. Bagaimana caranya agar kita tdk salah sasaran utk bersodaqoh? Syukron..
Kl sedekah itu husnuzon soal itu bener atau gk itu urusan org tsb, yg ptg pahala sedekah sdh didapat
Satu lagi ustadzah apabila Kita Memiliki Rizki pas berniat untuk di sumbangkan namun disaat yg sama Orang tua membutuhkan kperluan yg sama-sama penting,yang mana yang harus di dahulukan ustadzah?? Jazakallahu khairan jawabannya
Waalaikum Salam
Tugas dan kewajiban kt cm mengingatkan soal dia gk mau itu urusannya dgn Allah
Kl rezeki kt sdh niatkan si A tp ibu jg ptg jd dibagi saja agar adil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar