Blooming Sparkly Red Rose

Rabu, 10 Mei 2017

🌹🌸 9 Kesalahan dalam komunikasi 🌸🌹

Mari kita simak pidato berikut... Tentu sudah tidak asing bukan?
🔉🗯🔉🗯🔉🗯
Saudara-saudara. Lautan di belakang kalian, dan musuh di depan hidung. Kita berada pada _point of no return_. Tidak ada tempat untuk berlari. Tidak ada kata pulang. Tidak ada alternatif lain, selain meluluh-lantakkan musuh. Serbuuu...”.
Thoriq Bin Ziad, mampu membakar semangat juang pasukannya, sesaat setelah mendarat dan berpidato dengan latar belakang kapal yang telah dibakar atas perintahnya. Dan *Thoriq pun menang*.
_Sahabat Fillah_
🔈 Secara terminologis komunikasi menurut Webster New Dictionary , *The art of expressing ideas especially in speech and writting*, atau dengan kata lain, *seni mengekpresikan ide-ide* baik melalui lisan maupun tulisan.
📢 Islam sebagai agama yang sempurna dan paripurna seharusnya memiliki konsep tentang *know how* berkomunkasi verbal. Demikian pula halnya dengan Al-Qur’an sebagai kitab suci yang mengkover berbagai persoalan yang dihadapi manusia, tidak terkecuali tentang konsep komunikasi verbal.
Al-Qur’an memerintahkan untuk berbicara efektif (Qaulan Baligha).
Dari sisi lain Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, hendaklah berbicara secara baik ( efektif) atau diam”.
Asy-Syaukani dalam Kitab tafsir Fathul Qadir, mengartikan al-Bayan sebagai kemampuan berkomunikasi. Konsep tentang komunkasi verbal tidak hanya berkaitan dengan masalah cara berbicara efektif saja melainkan juga etika bicara
🗣 *Cara kita berkomunikasi dengan orang lain adalah sebuah kebiasaan*. Karenanya, seringkali kita tidak mengetahui apakah pola percakapan yang kita lakukan sudah baik atau belum baik.
💭 Dalam kehidupan sehari-hari pasti kita sering berkata dalam hati : ”ah tidak enak mengobrol dengan si A, lebih enak saya mencari si B dan mengobrol dengannya.”
Andai saja kita masuk dalam kategori si A, kita tidak perlu khawatir karena pola percakapan yang kurang baik tentu saja dapat diperbaiki. Di bawah ini adalah beberapa kesalahan yang umum dilakukan oleh orang-orang dalam percakapan beserta beberapa solusi untuk memperbaikinya.

*1. Tidak Mendengarkan*
Sebagian besar orang bukanlah tipekal pendengar yang baik. Ini tentu saja berhubungan dengan ego mereka yang tinggi, yang justru ingin lebih didengarkan dibanding mendengarkan. Dalam setiap percakapan mereka sepertinya tidak tahan menunggu giliran untuk berbicara.
*Belajarlah menekan ego* untuk mendengarkan secara sungguh-sungguh apa yang orang lain katakan.
👂🏼Ketika kita mengambil sikap untuk mulai mendengarkan, kita sedang membuka jalan untuk terciptanya suatu hubungan (apapun) yang sangat potensial. Namun tetap hindari jawaban singkat “ya” atau “tidak”, karena jika kita seperti itu lawan bicara kita akan memberikan informasi setengah-setengah kepada kita. Antusiaslah terhadap topik yang sedang mereka bicarakan, sebagai contoh, jika lawan bicara kita sedang bercerita tentang pengalamannya mendaki gunung pada akhir minggu lalu, kita dapat bertanya kepadanya :
_gunung apa yang anda daki?apa yang ada sukai dari mendaki gunung?apa saja yang anda lakukan di atas gunung?_
Pertanyaan-pertanyaan semacam itu akan membuat topik percakapan menjadi lebih mendalam, lebih menarik, serta memancing lebih banyak lagi topik untuk didiskusikan. Dan yang tak kalah pentingnya lawan bicara kita mengetahui bahwa kita sungguh-sungguh sedang mendengarkannya. Hal ini tentu saja akan membuat tingkat respek lawan bicara bertambah pada kita.
*2. Terlalu Banyak Bertanya*
Beberapa pertanyaan dapat berarti kita antusias dengan lawan bicara kita, namun terlalu banyak bertanya pun akhirnya menjadi tidak baik karena sepertinya kita sedang menginterogerasi lawan bicara, dan dapat membuat mereka menjadi tidak nyaman.
*Cobalah gabungkan antara pernyataan dan pertanyaan*, misalkan :
_saya pun minggu lalu berakhir pekan dengan memancing bersama teman-teman kerja saya. Apakah anda suka memancing?_
*3. Kehabisan Topik Untuk Dibicarakan*
🏁 Dalam percakapan mungkin kita sering merasa kehabisan topik untuk dibicarakan dengan lawan bicara, terutama jika kita berbicara dengan seseorang yang baru saja kita kenal. Untuk mencegah hal ini terjadi, ada beberapa saran mengenai topik yang bisa anda bicarakan :
Seorang bijak pernah berkata “Jangan tinggalkan rumah tanpa membaca surat kabar terlebih dahulu. Jika anda kehabisan topik untuk dibicarakan, anda bisa memulai berbicara tentang berita yang sedang hangat saat ini. ”Bicarakan tentang sesuatu yang berada disekeliling anda. Mungkin tentang aquarium yang berada dibelakang anda, anak-anak yang sedang bermain di samping anda, atau apapun saja yang memungkinkan untuk dibicarakan di sekeliling anda.
[12/4 20:20] Ustadzah Dwi: *4. Penyampaian yang Buruk*
🔓Salah satu hal yang paling penting dalam percakapan bukanlah apa yang kita katakan, melainkan bagaimana kita menyampaikannya. Perubahan dalam kebiasaan ini akan membuat perbedaan besar, karena suara dan bahasa tubuh adalah bagian yang sangat vital dalam percakapan. Beberapa hal dibawah ini untuk kita pertimbangkan :
📞Sampaikan dengan perlahan. Ketika kita berbicara tentang suatu hal yang sangat menyenangkan, mudah sekali bagi kita untuk memulai percakapan tersebut dan bahkan kita dapat berbicara dengan sangat cepat. Usahakan kita memperlambat kecepatan bicara kita karena akan lebih mudah bagi lawan bicara kita untuk mendengarkan dan menangkap maksud yang ingin kita sampaikan.Bicaralah dengan suara lantang. Tidak perlu ragu, karena lawan bicara kita memang ingin mendengarkan kita. Bicaralah dengan jelas. Jangan seperti bergumam.Bicaralah dengan suara yang tidak monoton. Libatkan emosi dalam suara.Gunakan jeda. Penyampaian dengan perlahan ditambah dengan jeda akan membuat lawan bicara lebih perhatian dalam mendengarkan dan suasana pun menjadi lebih rileks.Gunakan bahasa tubuh yang baik.
*5. Menginterupsi*
Apakah yang kita rasakan jika pembicaraan kita dipotong oleh lawan bicara kita? … Ya, lawan bicara kita pun akan merasakan hal yang sama jika kita memotong pembicaraannya. Biarkan lawan bicara kita menghabiskan terlebih dahulu apa yang ingin disampaikan. Itu adalah salah satu bentuk penghargaan kita pada lawan bicara kita. Carilah keseimbangan antara mendengarkan dan berbicara.
*6. Keinginan “Selalu Benar”*
Orang tidak akan terkesan kepada kita jika kita selalu ingin merasa benar dalam setiap percakapan. Seringkali pembicaraan bukan betul-betul sebuah diskusi. Kadang-kadang kita ingin menjaga mood tetap baik dengan berbicara dengan seseorang. Sebagai contoh : salah satu teman kita ingin bercerita kepada kita mengenai serunya pengalaman berarung jeram sampai-sampai perahu karetnya terbalik. Namun kita malah berbicara bagaimana berarung jeram yang baik. Dapat dipastikan mood teman kita akan langsung berubah.
Duduklah santai, berbicara dan tidak berdebat.
*7. Berbicara Tentang Hal-Hal Aneh atau Negatif*
Pernahkan kita berkenalan dengan seseorang dan setelah itu ia berbicara tentang hal-hal aneh atau negatif, seperti kesehatannya yang memburuk, cerita pembunuhan, atasannya yang menyebalkan, atau menggunakan bahasa aneh yang hanya ia dan temannya yang mengetahui artinya.
Sebenarnya tidak ada manfaatnya berbicara hal-hal aneh atau negatif seperti itu. Orang-orang akan senang berbicara kepada kita jika kita selalu memberikan energi positif dalam setiap kata-kata yang kita keluarkan.
*8. Membosankan*
Jangan bercerita panjang-panjang tentang mobil kita yang baru saja kita beli atau rumah yang baru saja selesai dibangun. Rata-rata orang tidak terlalu tertarik dengan cerita semacam itu, yang terlalu mengekspose kemampuan diri. Carilah topik yang mengarah pada hal-hal yang bergairah atau hal-hal yang lucu misalkan. Bisa juga kita menceritakan tentang pengalaman berakhir pekan di puncak kemarin atau rencana kita pada liburan Lebaran mendatang. Intinya adalah sesuatu yang positif. Bukan juga mengeluh tentang atasan atau pekerjaan kita
Dale Carnegie pernah berkata :
”Dalam 2 bulan kita akan mempunyai lebih banyak teman dengan cara antusias terhadap cerita-cerita mereka dibandingkan 2 tahun anda mencari teman dengan cara berusaha memancing mereka tertarik pada cerita-cerita anda.”
Cobalah memberi peran lebih dalam berbicara untuk lawan bicara kita. Kelak kita akan membangun sebuah hubungan yang berkualitas.
Mungkin kita sudah sering mendengar istilah “mengapa Tuhan menciptakan 2 telinga dan 1 mulut? … agar kita lebih banyak mendengarkan dibanding berbicara. :)
*9. Tidak Merespon Dengan Baik*
Jika seseorang bercerita tentang pengalamannya, jangan sekedar mengangguk atau menjawab dengan kalimat singkat. Terbukalah dan katakan apa yang kita pikirkan. Ekspresikan perasaan kita.
🗣Sebagai penutup, kita tidak harus memperbaiki ke-9 langkah diatas secara sekaligus. Pilihlah kira-kira 3 hal terpenting yang menurut kita perlu diperbaiki dan selama 3-4 minggu kita berusaha melakukan hal tersebut secara terus menerus sampai akhirnya menjadi suatu kebiasaan.
💕Mudah-mudahan tips percakapan ini bermanfaat bagi kita sehingga kelak kita dapat menjadi teman bicara yang baik bagi teman-teman atau pasangan kita. Dan memberi kemanfaatan bagi orang-orang disekitar kita karena lisan kita.
Aamiin
Wallahu A'lam

🌸🌹 *MAJELIS BELAJAR AKHWAT MAR'AH SHALIHAH* 🌹🌸
🌸🌹 *Tanya Jawab* 🌹🌸
*Pertanyaan:*
1⃣ assalamualaikum ustadzah. ana sri yani dari bangkinang. ana ingin bertanya bagaimana caranya kita bisa menekan ego supaya bisa menyapa duluan. kadang kita gengsi dan malu?
🌹 *jawab*
Wa'alaikum salam Ukhti Sri, sikap ramah dan sopan kita harus utamakan agar kita tidak terkesan eksklusif dan sombong

2⃣ Assalamu'alaikum,..ana Pipiet dari Bandung.Ustadzah ana suka salah cara penyampaian,soalnya saya orgnya suka becanda dan kadang suka cepet nada tinggi gitu,tapi gak sampe kehati .Misanyabkalo negur suka kaya marah gt.Padahal ya cuma bermaksud mengingatkan bukan maksud emosi.Solusinya gimana ya?
🌹 *Jawab*
Waalaikum salam Ukhti Pipit kita harus bisa menempatkan kapan saat becanda dan kapan saat serius dan kalo kita menegur sampaikanlah dgn kata2 yg lembut dan bijak

3⃣ Assalamualaikum ustadzah..ana mw bertanya..
Dalam komunikasi tidak langsung, kadang kita tak tau org itu chat dengan nada sperti apa, mungkin bisa jadi salah paham, jika salah paham itu terjadi..bagaimana cara agar kondusif lagi dalam chatingan tersebut??syukran
🌹 *Jawab:*
Waalaikum salam memang bahasa lisan dan tulisan beda, makanya komunikasi lah lebih baik untuk menghindari salah faham

4⃣ Assalammu'alaikum ustadzah ana Hani dari Lembang Bandung..
Ana mau tanya bagaimana agr kita bisa menjadi lebih expresif lagi saat berintaraksi/ ngobrol dgn orang lain. Karna kadang ana hanya terpaku saja saat sedang berkumpul dgn sodara tanpa expresi.. seakan sedang menonton film..
Dan satu lagi bagaimana cara mengolah publicspeeking (nulisnya bener ga yaa 😮😮 )yg baik?
🌹 *jawab*
Waalaikum salam Ukhti Hani, memang diperlukan pembiasaan, yg tadinya kita kaku coba belajar untuk ramah dan mulai interaksi dengan org karena dalam kita mengajak kebaikan perlu pendekatan personal, kalo kita diam saja bagaimana mengajak kebaikan, banyak baca buku, sehingga wawasan kita luas juga bergaul dengan orang2 yang supel dan ramah

5⃣ Syukron ustadzah atas jwbnnya.Ana Pipiet sudah ummu ustadzah,mau bertanya lagi boleh y...🙂.Bagaimana dengann berbicara dgn lawan jenis dimedsos?
Misal sama2 panitia saja ustadzah,atw sesekali menanyakan kabar gak lebih ustadzah
🌹 *Jawab*
Waiyyaki ukhti Pipit, kl bicara dengann lawan jenis kepentingannya apa, nanti bisa jadi fitnah,
Sebatas wajar saja

6⃣ Assalamu'alaikum ustadzah,, jika ada ibu mertua yg sering berprasangka buruk terhadap menantunya dan berbicara(berucap) kurang bisa di terima dengan hati apa boleh kita menjawabnya ustadzah..
🌹 *Jawab:*
Waalaikum salam ukhti sikap kita sebagai mantu bersikap biasa saja yang penting tunjukkan kebaikan kita, berbagi kalau ada makanan, mengantar kebutuhannya smoga dengan berjalannya waktu mertua bisa berubah

7⃣ Soal A:
Assalamualaikum ustadzah, bagaimana jika seorang akhwat melakukan komunikasi dengan ikhwan yang Insya Allah akan melamar dan menikahinya,dengan rencana yang sudah sangat matang. Tapi si akhwat tidak berkomunikasi dengan keluarganya begitupun sebaliknya,karena jika melakukan komunikasi dengan keluarga rasanya agak sedikit berlebihan, *dalam catatatan komunikasi keduanya diketahui orang tua masing-masing,, karena komunikasi nyapun bertujuan untuk hal-hal baik dan tidak melanggar syari'at sama sekali.misalnya informasi guru,atau alim ulama secara langsung bisa didapat...
🌹 *jawab*
Waalaikum salam seharusnya ada pihak ketiga yg menyampaikan jangan langsung nanti menjadi fitnah dan baiknya lewat taaruf, istikharah baru khitbah, tdk boleh langsung berhubungan karena bukan muhrim
Soal B:
Yang jadi permasalahan,ketika akhwat itu tidak memiliki wali dari ayah (keluarga ayah) dan terpisah dari keluarga baik ibu yang tidak disampingnya,begitupun kakak wanitanya yang sedarah tidak pernah mengunjunginya, dengan pihak dari laki laki yang sudah berta'aruf hanya dengan bibi tapi tidak sedarah... Itu bagaimana jadinya? Jika tidak ada komunikasi lantas si akhwat harus melakukan apa?
🌹 *jawab*
Kan bisa melalui guru ngaji atau istri ustadzah sebagai perantara dan kalo menikah dengan wali hakim
Soal C
Guru ngajipun sudah bertemu ustadzah Alhamdulillah,tapi karena si akhwat merasa dirinya sendiri yang harus berjuang agar sampai pada waktunya ijab qobul ,maka ia tetap melakukan komunikasi hanya untuk mencari tahu informasi yang penting untuk si akhwat itu.tapi disisi lain tau bahwa bukan mukhrim itu sangat dilarang?
🌹 *jawab*
Iya gak apa selama yang berkaitan dengan proses pernikahan

🌷 *pengurus Mar'ah Shalihah* 🌷
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

🌷*RAMADHAN BULAN TARBIYAH* 🌷

♡○•○♡○•○♡○•○♡○•○♡○•○♡○•○♡○•○♡ _Sahabat Surga Rahimakumullah.._ 🌸 Diwajibkan atas orang-orang beriman satu bulan penuh dalam perjalanan...