Blooming Sparkly Red Rose

Rabu, 10 Mei 2017

๐Ÿก๐Ÿ‘จ‍๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿ‘ง‍๐Ÿ‘ฆ *RUMAH TANGGA SURGAWI*๐Ÿ‘จ‍๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿ‘ง‍๐Ÿ‘ฆ๐Ÿก

Harta yang paling berharga,adalah keluarga..
Istana yang paling indah, adalah keluarga..
Puisi yang paling bermakna, adalah keluarga..
Mutiara, tiada tara, adalah keluarga..”
(Lirik lagu Keluarga Cemara)
Berkeluarga yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. adalah yang terbentuk dari suami (laki-laki) sholih dan istri (perempuan) sholihah. Keduanya bertanggung jawab terhadap rumah tangganya, saling bekerjasama, menumbuhkan rasa kasih sayang dan pergaulan yang baik antara keduanya. Suami istri ini juga selalu bekerjasama mencari solusi atas berbagai problematika dan perselisihan keluarga menurut syariat islam.
Tirmizi meriwayatkan dari tsauban, ia berkata :
ketika turun ayat ke 34 QS. At Taubah. Saat itu kamk sedang bersama Rasulullah saw dalam suatu perjalanan. Sebagian sahabat berkata bahwa : “Ayat ini turun perihal emas dan perak. Seandainya kami tahu harta apa yang paling utama pasti menjadikannya terbaik. Maka Rasulullah saw bersabda : ‘Yang utama adalah lisan yang senantiasa berzikir, hati yang selalu bersyukur dan istri yang sholihah yang membantu suaminya dalam menjaga keimanannya.'”
Ustadz Cahyadi Takariawan menuliskan dalam bukunya “Wonderful Family”, sesungguhnya pernikahan dan keluarga terjadi bukan semata-mata karena memenuhi hasrat kemanusiaan. Pernikahan adalah jalan yang bertanggung jawab untuk membentuk kebudayaan agung dan peradaban mulia. Lebih dari itu, pernikahan merupakan amanat ketuhanan dan risalah kenabian. Untuk itu, pernikahan bukankah semata peristiwa menyalurkan “hasrat kebebasan” secara bertanggung jawab melainkan, pernikahan adalah sebuah upaya meretas peradaban kemanusiaan yang bermartabat.
Ikatan yang telah ditentukan oleh Allah dan bahkan banyak disebutkan dan diatur dalam kitab-Nya. “Seorang laki-laki yang baik akan dipasangkan dengan seorang perempuan yang baik pula…”
Tips mengokohkan keimanan dalam keluarga:
Lakukan ibadah bersama-sama, dirikan sholat berjamaah.Buat jadwal rutin untuk mengkaji ilmu bersama.Berlomba untuk mengamalkan ilmu yang didapat.Tidak malu untuk belajar kembali seandainya ada yang belum dikuasai dan mau terima koreksi.Mengunjungi tempat-tempat majelis ilmu.Bersilaturahmi kepada orang-orang yang dititipi ilmu dan keimanan tinggi.Berdoa memohon kepada-Nya.
Keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Keluarga yang dipenuhi keindahan, kebahagiaan, keharmonisan dan kemuliaan. Keluarga yang terjauhkan dari penyimpangan, kekerasan, kekasaran sikap, kesewenangan, dan kehancuran. Sebuah keluarga yang berdiri atas nilai-nilai kebaikan, dan dipenuhi keberkahan. Keluarga yang memberikan kontribusi kebaikan bagi masyarakat, bangsa dan negara.
Itulah sebagian gambaran dari keluarga yang dirindu penduduk langit dan surgawi. Keluarga yang tersusun dengan sebenar keinginan Sang Pemilik kehidupan. Dari seorang laki-laki muslim yang sholih dan seorang perempuan muslimah yang sholihah. Keluarga yang memiliki misi dunia akhirat. Dan dipenuhi dengan kebaikan-kebaikan. Bahagia di dunia dan bersama menggapai surga.
๐ŸŒธ๐ŸŒน *MAR'AH SHALIHAH ROOM 2* ๐ŸŒน๐ŸŒธ
๐ŸŒธ๐ŸŒน *Tanya Jawab* ๐ŸŒน๐ŸŒธ
*Pertanyaan:*
1⃣ ustadzah ketika seorang suami menanyakan aib istri apakah hrs dijawab jujur atau bagaimana ustadzah?
๐ŸŒน *jawab*
๐Ÿ’š
ustadzah ketika seorang suami menanyakan aib istri apakah hrs dijawab jujur atau bagaimana ustadzah?
Tidak ada gading yang tak retak. Itulah kalimat pepatah yang mungkin paling layak untuk dijadikan prinsip ketika hendak menentukan pasangan. Bahkan terkadang masing-masing pihak bersih kukuh mempertahankan prinsip idealisme perfectionits, yang justru memperpanjang usia bujang.
Aib adalah segala keadaan yang menghilangkan tujuan utama nikah. Dan dipahami bersama bahwa tujuan utama diantaranya adalah mut’ah (kenikmatan), khidmah (pelayanan), dan injab (tidak mandul). Tiga hal ini adalah tujuan yang paling utama. Jika ada keadaan yang menghalangi tiga hal di atas maka itu termasuk cacat.
Misal,jika seorang istri menjumpai suaminya ternyata mandul atau suami mendapati istrinya mandul maka ini termasuk aib. Atau suami baru tahu ternyata istrinya buta maka ini juga aib, karena pasangan yang buta akan mengurangi dua tujuan nikah, mut’ah (kenikmatan) dan khidmah (pelayanan). Demikian pula ketika suami baru tahu ternyata istrinya tuli atau bisu, ini juga termasuk aib.
Akan tetapi jika suami baru mengetahui ternyata gigi istrinya bermasalah, padahal masih muda maka ini tidak termasuk aib. Karena aib semacam ini mungkin untuk dihilangkan. Sementara kebutuhan suami terhadap gigi istrinya adalah kesempurnaan kecantikan, dan masih mungkin untuk dipasang gigi sebaik mungkin. Untuk itu, jika ada orang yang bertanya: Apabila ada suami yang baru mengetahui ternyata istrinya kurang cantik, tapi tidak ada cacat seperti yang disebutkan di atas, apakah suami boleh mengajukan cerai ke pengadilan? Jawab: Tidak berhak. Kecuali jika suami mempersyaratkan hal itu di depan.
Karena itu yang tepat, aib dalam nikah jumlahnya tidak terbatas dengan bilangan tertentu, tapi dia dibatasi dengan kaidah tertentu, bahwa segala sesuatu yang menghilangkan tujuan utama nikah, meskipun bukan kesempurnaan nikah maka itu termasuk aib, yang membolehkan adanya hak pilih. Baik untuk suami maupun untuk istri. (As-Syarhul Mumthi’, 12: 220 – 221)
Allahu a’lam

2⃣ Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Ummi bagaimana dengan Suami yang tak bisa di ajak untuk sholat berjamaah misalkn lebih ke hal dunia yg diutamakan,lalu bagaimna hukumnya seorang istri yg mngeraskn suaranya di hadapan suami apalagi ktika marah lebih serem dari suami di depan anak-anak pula๐Ÿ˜‚Lalu ummi Apa hak orang tua terhadap putrinya yg sudah menikah?
๐ŸŒน *Jawab*
๐Ÿ’š
1.
Jika yang dimaksud oleh penanya adalah sholat fardhu berjama’ah di rumah bersama istri, maka perlu diketahui bahwa hukum melaksanakan sholat fardhu secara berjama’ah di masjid adalah wajib bagi laki-laki. Banyak sekali dalil-dalil baik dari al-Qur’an maupun Sunnah yang menunjukkan kewajibannya. Di antaranya adalah, Allah langsung memerintahkan dalam al-Quran agar shalat berjamaah, sebagaimana disebutkan dalam surat al-Baqoroh ayat 43,
ูˆَุฃَู‚ِูŠู…ُูˆุง ุงู„ุตَّู„ุงَุฉَ ูˆَุกَุงุชُูˆุง ุงู„ุฒَّูƒَุงุฉَ ูˆَุงุฑْูƒَุนُูˆุง ู…َุนَ ุงู„ุฑَّุงูƒِุนِูŠู†َ
“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (Al-Baqarah: 43)
Ibnul Qayyim Al-Jauziyah berkata, “makna firman Allah “ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’, faidahnya yaitu tidaklah dilakukan kecuali bersama jamaah yang shalat dan bersama-sama.
Sedangkan dalil dari sunnah, maka terdapat hadits dari Rasulullah yang mengancam kepada setiap laki-laki yang tidak shalat berjamaah di masjid dengan membakar rumah mereka. Rasulullah bersabda,
“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Bukhori dan Muslim)
2.
Seorang suami yaitu orang yang paling mesti ditaati dan dihormati oleh istri. Seperti kita kenali kalau Rasulullah dalam beberapa haditsnya menunjukkan begitu tinggi kedudukan suami untuk istrinya :
“Seandai saya bisa memerintahkan seorang untuk sujud pada orang lain, pasti saya perintahkan seorang istri utk sujud pada suaminya. ” (HR Abu Daud, Al-Hakim, Tirmidzi)
“Tidaklah layak untuk seorang manusia untuk sujud pada manusia yang lain. Kalau pantas/bisa untuk seorang untuk sujud pada seorang yang lain pasti saya perintahkan istri untuk sujud pada suaminya karena besarnya hak suaminya terhadapnya…” (HR. Ahmad)
“Dan sebaik-baik istri yaitu yang taat pada suaminya, bijaksana, berketurunan, sedikit bicara, tak sukai membicarakan suatu hal yg tidak berguna, tak cerewet serta tak sukai bersuara hingar-bingar dan setia pada suaminya. ” (HR. An Nasa'i)
Bila suami berbuat salah atau salah, Jadi telah semestinya untuk sang istri untuk mengingatkan suami dengan baik, dengan suara lemah lembut, tak membentak (bertemura keras), dan tak juga menyinggung perasaannya.
Sikap kasar istri pada suami –dan sebaliknya– menandakan kurangnya pengetahuan dan keburukan akhlak. Rasulullah SAW bersabda :
“Sebaik-baiknya wanita — untuk suami — adalah yang menyenangkan saat diliat, taat saat diperintah, dan tak menentang suaminya baik dalam hatinya serta tak membelanjakan (memakai) hartanya pada perkara yang dibenci suaminya” (H. R. Ahmad)
Sebagaimana anak dapat dikira durhaka pada orang tua, jadi istri dapat juga dikatakan durhaka pada suami saat berani membentaknya. Wallahu A'lam.
3.
Bakti anak perempuan yang sudah menikah
Bagaimana menjalankan kewajiban sebagai anak perempuan yang sudah menikah terhadap orang tua? Sebagai anak perempuan, tentunya kita juga tidak ingin kehilangan kesempatan untuk berbakti kepada orang tua. Namun tentunya kita ingin melakukan hal tersebut tanpa harus berkonflik atau mengalami hal yang akan menjadi penyebab istri durhaka pada suami. Simaklah apa saja Kewajiban Anak Perempuan Terhadap Orang Tua Setelah Menikah :
1. Tetap menjalin silaturahmi dengan orang tua
2. Merawat org tua
3. Menafkahi orang tua
4. Berbuat baik pd org tua
5. Merendahkan diri di hadapan orang tua
6. Berkata baik kepada orang tua
7. Membahagiakan orang tua
8. Menyediakan makanan kepada orang tua
9. Memenuhi kebutuhan orang tua
10. Meminta izin dan restu orang tua

3⃣ Assalamu'alaikum ustadzah gmna cra.a memberi tau sesuatu kpda suami ,, sdangkn takut klo di bri tau tkut suami marah ,, sedangkan klo uhk gg beri tau takut.a ntar tau dari orang lain ,, sdangkn suami cpet marah ..trima ksih
๐ŸŒน *Jawab:*
1. Room 1
Waalaikumsalam
Dalam pernikahan sdh seharusnya kita jujur pd suami...
Apapun itu
Seburuk apapun itu
Jujur no satu...
Minta maaf terlebih dahulu pd suami, sebel kita bertabayun...
Ungkapan bahwasanya sy ingin jujur.
In syaa allah suami tdk marah..
Walaupun suami marah..
Kita tdk boleh kecewa.
Wajar dan itu hak suami marah.
Tp kita jangan kecewa sedih.. ambil wudu sholat taubat.. minta Allah yg ba menenangkan hati. Dan hanya Allah lah yg bs membolak balik kan hati Hamba Nya

4⃣ Assallammualaikum ustadzah wiewinnnnnnn...ada hal yang ingin saya tanykn..nah apa lagi ini dgn urusan rumah tangga'...yg saya mau tyakn..gimna nih hukum seorang istri ngamuk ke suami..dan bentak2 suami..dah bahkn suami masih lelahpun..dia teriak hingga membuat ibunya si lelaki kaget..dan apakah wanita yg spt itu...pantas dimarahi atau ngak..nah di dalm islam sendiri..yg wajib mcri nafkah adalh suami..misal nih..hari ini suami bawa rejeki lebih..dan seorang istripun hampir hapal pendptn perharian..dan esoknya suami mdpt rejeki yg kurang dari biasanya..lalu buat istrinya marah..dan yg pling membuat ngelus dada tuh..seorang suami..tiap hr hrus setor mknNan ke keluarga istri..ya mungkin karna sayang dan kerana ada rasa takut pula...dan bahkn ibu kndungnya si suami juga merasa kget stlh tau..simenantu punya sifat yg spt itu..nah..kira kira..klo kita sebagai saudara..hal apa yg harus kita lakukan..karena ibu mertua dari perempuan tsb juga gk menyukai si menantu lelaki..
๐ŸŒน *Jawab*
Ana sayang jawaban nya ada di no 2 ya ๐Ÿ˜˜
Umi Tambah kan.
Kita sebagai saudara sdh di luar kekuasaan
Ada baiknya si ibu dr si suami menasehati ank laki-laki nya, untuk bs lebih mendidik istri nya menjadi wanita yg shalihah... yg bs menahan emosi... yg bs mensyukuri rezeki suami..
Atau ibu mertua pelan pelan mendekatkan diri pd menantu nya..
Ajak bicara baik baik.
Mertua ajarkan menantu untuk bs mensyukuri rezeki keluarga. Menghargai hasil jerih payah suami. Juga bs menahan emosi...
Atau ajak menantunya ke majelis majelis, juga selipkan doa untuk menantu dl. Sujud.. semoga di lunak kan hatinya... karna hanya kekuatan doa lah yg bs merubah sekeras apapun sifat watak manusia..

5⃣ Pertanyaan ke dua nih umm..๐Ÿ˜‚dalam perjalanan kehidupn..seorang akhwat yg sudah ckp umur dianjurkn untuk sgra menikah..nah..dalam pernikahn pasti ada ya...yg namany visi misi..๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Škarena kitapun juga butuh regenerasi untuk mljtkn jalan dakwah..dan bolehkah...jika seorang wanita mengajukn prjanjian..sblm trlsksana pernikahan yg sakral...
๐ŸŒน *Jawab*
5⃣
Perjanjian perkawinan boleh saja asalkan tdk bertentangan dgn alquran, meskipun 100 syarat tetap hukumnya batal.
Perjanjian perkawinan memiliki syarat, yaitu perjanjian yg di buat itu tidak bertentangan dgn syariat islam atau hakikat perkawinan apapun bentuk perjanjian itu, maka perjanjian itu tdk sah, tdk perlu di ikuti.
Jd jika syarat perjanjian perkawinan yg dibuat tdk bertentangan dgn syariat islam atau hakikat perkawinan maka hukumnya sah ( boleh ).
Wallahu'alam

6⃣ Assalamualaikum ustazah,bagaimna menyikapi jika ipar laki2(adik suami)ingin tinggal dirumah kita atas permintaan ibu suami kita,.kita sudah mengingat kan ketidak nyamanan kita,namun suami tetap membawa dengan alasan kasian,padahal kondisi rumah juga begitu kecil juga,bagai mana itu ustazah?
๐ŸŒน *Jawab*
Waalaikumsalam
Ipar laki laki tinggal bersama kita Haram
Jangan kan alasan keadaan rumah...
Kita harus utamakan alasan agama
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Uqbah bin Amir ra, disebutkan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,
“Hindarkanlah diri kalian untuk menemui wanita!”
Lalu ada seorang lelaki dari kaum Anshar bertanya,
“Wahai Rasulullah, apa pendapatmu tentang saudara ipar?”
Baginda bersabda,
“Saudara ipar adalah (pembawa) kematian.”
(HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad dan At-Tirmidzi).
Al-Hamwu al-mautu, saudara ipar adalah (pembawa) kematian. Apa maksudnya??
Ibnu Hajar, dalam kitab Fathul Bรขrรฎ (15/42), menyebutkan pendapat para ulama terkait makna hadits ini, “Al-Hamwu al-mautu, saudara ipar adalah kematian.”
Imam Ath-Thabari menjelaskan,
“Artinya, bahwa berkhalwatnya seorang lelaki dengan istri saudaranya atau isri keponakannya seperti kedudukan kematian. Orang-orang Arab biasa menyebutkan sesuatu yang dibenci dengan kematian.”
Ibnul A’rabi,
“Ini adalah kalimat yang diungkapkan oleh orang-orang Arab sebagai permisalan. Sebagaimana engkau mengatakan, “
Singa adalah kematian.” Maksudnya adalah bertemu dengan singa berarti bertemu kematian. Jadi artinya adalah jauhilah ia (saudara ipar) sebagaimana kalian mewaspadai kematian.”
Imam Al-Qurthubi juga menjelaskan di dalam Al-Muhhim,
“Maknanya adalah bertemunya kerabat suami dengan istri suami diserupakan dengan kematian dalam mengungkapkan keburukan dan kerusakan. Betul-betul haram. Hanyasanya baginda bersungguh-sungguh mengingatkan untuk menjauhinya (ipar), dan memumpamakan dengan kematian adalah karena sikap toleransi manusia terhadap keluarga dari pihak suami dan istri karena keakraban mereka. Hingga seolah-olah bukan orang asing bagi si wanita. Orang-orang biasa mengungkapkan,
“Al-Asadu al-mautu, wal harbu al-mautu, singa adalah kematian dan peperangan adalah kematian.” Maksudnya, bertemu dengan singa atau peperangan boleh menyebabkan kematian. Begitupula dengan bertemunya ipar dengan wanita (istri saudaranya) bisa menyebabkan kepada matinya agama, atau kematian wanita tersebut karena ditalak oleh suaminya ketika ia terselit kecemburuan, atau jika terjadi perbuatan keji (zina).”
Naudzubillah mindzalik
Hindari sebisa mungkin apabila adik ipar akan tinggal bersama kita..
Laki laki harus berdiri di kaki sendiri... arahkan untuk kost saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

๐ŸŒท*RAMADHAN BULAN TARBIYAH* ๐ŸŒท

♡○•○♡○•○♡○•○♡○•○♡○•○♡○•○♡○•○♡ _Sahabat Surga Rahimakumullah.._ ๐ŸŒธ Diwajibkan atas orang-orang beriman satu bulan penuh dalam perjalanan...