Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Wanita adalah makhluk yang paling peka dan lebih mengandalkan perasaan dibandingkan logika. Oleh sebab itulah mengapa wanita lebih banyak menjadi korban perasaan oleh laki-laki yang tak baik.
Banyak wanita yang tertipu dengan bujuk rayu manis oleh laki-laki yang katanya cinta dan sayang namun tak kunjung datang menemui wali dirumah untuk menyatakan langsung niat keseriusannya.
Apalagi jika sang laki-laki ini berkata ,"ukhti aku sangat mencintaimu dan ingin menikahimu. Maukah kamu menungguku?"
Bisa jadi wanita yang hatinya sudah dipenuhi oleh virus-virus merah jambu langsung berkata ,"iya akhi sampai kapan pun aku akan setia menunggumu".
Semakin berjalannya waktu jangankan datang untuk menemui wali dirumah untuk sekedar menyapa kabar pun dia mulai berubah dan menghilang.
Jika sudah seperti ini siapa yang dirugikan? Sudah pasti wanita yang sangat dirugikan terutama merugikan waktu yang sudah terbuang sia-sia hanya demi menunggu orang yang tak pasti menjadi jodoh kita. Kebanyakan wanita langsung menangis,menyesel,kecewa,lantas siapa lagi yang harus disalahkan selain diri sendiri yang membiarkan pintu hati tertutup rapat demi menjaga jodoh orang lain.
Wahai saudariku yang dirahmati oleh Allah masihkah kita terbuai oleh mulut manis laki-laki yang mengeluar bisa ,yang sekali keluar ucapannya banyak mengandung racun. Racun inilah yang berbahaya bagi wanita karna racun ini bisa mematikan hati dan pikiran seorang wanita.
Ingat wahai saudariku janganlah kita berharap lebih kepada seseorang yang hanya akan membuat Allah cemburu dan murka kepada kita. Dia Lah Allah
“Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang, maka Allah timpakan pada kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya”.
(Imam Syafi’i)
Dan jika masih ada laki-laki yang menyuruh kita untuk menunggu dengan alasan dia masih kuliah atau masih ingin mencari pekerjaan tetap katakan saja kepadanya.
"Maaf ,aku ini wanita aku tak punya waktu untuk menunggu cinta yang tak pasti. Jika kau benar mencintaiku segeralah menikahiku. Karna hakikatnya cinta itu hanya 2 pilihan NIKAHKAN atau TINGGALKAN?"
"Aku bukan tak sabar, hanya tak ingin menanti. Karena berani memutuskan adalah juga kesabaran. Karena terkadang penantian membuka pintu-pintu syaithan".
(Salim A. Fillah)
Fokus kita bukan untuk menunggunya, fokus kita adalah untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik agar dipertemukan dengan yang baik pula.
Percayalah saudariku, menemukan akan lebih indah daripada menunggu atau mungkin kita yang akan ditemukan?
Siapa yang tahu?
“Tetapi laut, ombak, dan isinya selalu menjadi misteri yang tak terduga-duga, bukan? Orang yang kau sangka belahan jiwa sering kali hanyalah perantara, atau justru pengalih perhatian dari belahan jiwamu yang sesungguhnya.”
(Fahd Pahdepie)
Lepaskanlah!!!
Mesti awal nya tak terbiasa dan merasa sakit. Namun lebih baik sakit sekali daripada berkali-kali.
Jika kita berani melepaskan sesuatu dijalan yang baik demi kebaikan maka yang terbaik akan datang.
Mungkin kisah cinta sejati terjadi hanya di dongeng atau film yang ditulis oleh penulis terbaik.
Tetapi kisah cinta kita, siapa penulisnya? Allah Ta'ala penulisnya Dia adalah pemilik cerita paling sempurna di muka bumi. Tidakkah sedikit saja kita mau meyakini bahwa kisah kita pastilah yang terbaik yang dituliskan.
"Tidak ada kepastian juga adalah kepastian, yaitu kepastian bahwa tidak ada kepastian.
Hidup ini juga memang tentang menunggu, Menunggu kita untuk menyadari : kapan kita akan berhenti menunggu".
(Tere Liye)
Kau bilang sangat mencintaiku namun saat aku bertanya "kapan ingin menemui waliku?"
Kau hanya memberikan alasan semu.
Jika kau belum siap menikahi maka sebaiknya kau tak datang untuk memberi janji.
Bukan aku tak mampu bersabar tapi aku tak ingin terus bermimpi.
Untuk saat ini lebih baik kau tinggalkan aku.
Jika kau belum mampu menjalani ikatan yang serius lebih baik kita sampai sini dulu.
Perlu kau ketahui,wanita butuh kepastian bukan penantian...
Walaikumsalam warahmatullah...
Boleh saja asal jangan sampai terbayang-bayang si doi atau sampai menghayal tentang dia. Jika cinta tak bisa disampaikan belajarlah seperti Fatimah dan Ali yang saling memendam cinta bahkan kabarnya setan pun tak tahu mereka saling jatuh cinta.
Walaikumsalam warahmatullah...
Bukan dilamar lebih tepatnya menyampaikan niatnya duluan untuk menikah dengan nabi Muhammad lewat perantara. Melamar tetap nabi yang datang menemui Khadijah.
Ana sendiri sangat kagum dengan seorang akhwat yang memberanikan diri menyampaikan niatnya untuk dinikahi oleh sang ikhwan. Akhwat seperti ini sungguh akhwat yang luar biasa dan hanya akhwat yang terpilih ,karna dia berani menghilang rasa gengsinya demi menjaga kehormatannya untuk mengajak ikhwan menikah bersamanya.
Salahkah kita bila memendam suatu perasaan dgn org lain smntara kita ingin menikah???
Walaikumsalam warahmatullah...
Salah,jika di pendamnya melebihi batas normal. Contohnya mendam itu sampai ke bawa mimpi atau mimpiin si doi nah itu yang bisa mengundang zina khususnya zina hati dan fikiran.
Jika ukhti mempunyai perasaan dengan seseorang katakan saja jika mencintainya dan ingin menikah dengannya mengapa harus gengsi seorang akhwat mengajak menikah duluan,so jika kita tidak memiliki kepribadian seperti bunda Khadijah setidaknya kita menteladani keberanian seperti beliau.
Bismillah
Jika ada dua insan bbda dan saling mngutarakan..di sisi lain mreka tdk pcrn..hanya mngutarakan..bprinsip bhwa jdoh itu tdk ada yg tau..nmun kdua ny sama2 komit untuk masa depan yg sama..tjuan yg sama..mgkn bs jadi ta'aruf tp smpai bbulan2 bhkan smpai 2th..hukum nya apa?dan bagaimana kita mnyikapi hal itu??
Ukhti shalehah,seperti kita ketahui Allah itu Dzat Yang Maha Membolak-balikkan hati mungkin saja dia bisa berkomitmen atau berjanji namun belum pasti dia bisa menempati. Percayalah hanya dengan janji Allah yang pasti dan tidak akan pernah Dia ingkari.
Jika ta'aruf sampai 2 tahun apa bedanya dengan pacaran? Ta'aruf itu hanya dilakukan oleh orang yang benar2 siap menikah diwaktu dekat. Jika ta'aruf sudah sama-sama mempunyai kecocokan lebih baik langsung disegerakan.
ustadzah saya mau tanya.
1. 1 tahun yg lalu ada ikhwan yang menyuruh ana untuk menunggu sampai nunggu ibu ana pulang katanya. ana menunggu tapi menunggu pun bukan menunggu dia melainkan menunggu ibu ana.
apakah ana harus menagih janji dia ketika ibu ana pulang?
atau ana diam z?
2. kemaren2 ana yang nyuruh ana nunggu katanya nunggu tabungan dia dulu tapi ana jawab malah dwngan canda .
y wis nabung z dulu kalau udah penuh nikahnya sama orang lain.
apa ana salah jika jawab seperti itu.?
masalahnya ana nyuruh dia menemui babah ana sebelum k bapak ana. dia slalu jawab nunggu tabungan dulu saya lagi anbung .
Walaikumsalam warahmatullah...
1. Janji itu layaknya hutang. Hutang yang tak berbenda tapi hutang dengan ucapan. Jika berhutang maka cepatlah dilunasi jika berjanji maka cepatlah di tepati. Ukhti wajib menagih janjinya.
2. Ukhti,coba beri dia waktu selama 6 bulan dulu jika benar dia sedang menabung dia pasti akan segera menikahi ukhti dan katakan kepadanya jika benar cinta jangan membiarkan terlalu lama hakikatnya cinta itu cuma 2 pilihan mau nikahi ana atau tinggali ana.
Kalau selama 6 bulan dia tak kunjung memberikan kepastian ukhti belajar mengikhlaskan saja. Wanita baik tak layak menunggu laki-laki yang tak pasti karna sebenarnya banyak sekali orang yang sedang mengantri namun karna hati ukhti masih bertahan dengan dia saja. Ingat,jangan menjaga jodoh orang lain.
Ana mau nanyak
Dosakah jika kita sudah menikah tapi kita masih menyimpan rasa sayang kpd org lain sblm mnikah???
Walaikumsalam warahmatullah...
Dosa. Untuk apa menikah jika masih mencintai orang lain,seharusnya cinta itu harus tumbuh kepada pasangan kita. Sulit sekali ukhti jika rumah tangga tidak disertai cinta mesti hanya secuil karna berumah tangga itu jangka nya seumur hidup pertanggungjawabnya sampai ke akherat. Jika melayani suami tak pakai cinta lantas bagaimana hati kita akan ikhlas menjalankannya sedangkan melayani pasangan terkhusus suami dengan ikhlas dan penuh cinta itu sama saja membuka jalan surga bagi kita. Ridho suami Ridho surga istri.
Jangan dipendam segera ungkapkan saja. Jika dia mampu membuat ukhti berubah menjadi lebih baik Insya Allah dia mampu membuat ukhti menjadi wanita shalehah. Laki-laki baik banyak yang mencari jangan sampai dia ke lain hati. So,hilangkan rasa gengsi dan jangan biarkan zina menggrogoti hati.
Instagram : @Majelisbelajarakhwat
Fb : @mar'ah shalihah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar