adalah hal yg menarik di tengah kondisi zaman saat ini yang menuntut setiap muslimah siap mjd muslimah Ghuroba'
inilah masa-masa akhir zaman.
di mana kebenaran dianggap kesalahan,
dan kesalahan diyakini sbg kebenaran.
tontonan dijadikan tuntunan dan tuntunan dijadikan sekedar tontonan remeh.
walhasil, istiqomah di masa saat ini adlh hal yg sgt berat.
jangankan berbicara Istiqomah menjalankan syariat yg utuh, bhkan ketika memulai hijrah pun, itu mjd bahan perolokan.
Tapi sejatinya. tantangan yg kita hadapi saat ini mungkin belumlah seberapa jika dibandingkan dg kisah Sumayyah.
Begitulah Yasir mendapati dirinya menyerahkan perlindungannya kepada Bani Makhzum. Beliau hidup dalam kekuasaan Abu Hudzaifah, yang dia dinikahkan dengan budak wanita bernama Sumayyah, tokoh yang kita bicarakan ini, dan beliau hidup bersamanya serta tenteram bersamanya. Tidak berselang lama dari pernikahannya, lahirnya anak mereka berdua yang bernama Ammar dan Ubaidullah.
Tatkala Ammar hampir menjelang dewasa dan sempurna sebagai seorang laki-laki, beliau mendengar agama baru yang didakwahkan oleh Muhammad bin Abdullah kepada beliau. Berpikirlah Ammar bin Yasir sebagaimana yang dipikirkan oleh penduduk Mekkah, sehingga kesungguhan beliau dalam berpikir dan lurusnya fitrah beliau, menggiringnya untuk memeluk dinul Islam.
Ammar kembali ke rumah dan menemui kedua orang tuanya dalam keadaan merasakan lezatnya iman yang telah terpatri dalam jiwanya. Beliau menceritakan kejadian yang beliau alami hingga pertemuannya dengan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, kemudian menawarkan kepada keduanya untuk mengikuti dakwah yang baru tersebut. Ternyata, Yasir dan Sumayyah menyahut dakwah yang penuh berkah tersebut dan bahkan mengumumkan keislamannya. Sumayyah pun menjadi orang ketujuh yang masuk Islam.
Dari sinilah dimulainya sejarah yang agung bagi Sumayyah binti Khayyat, yang bertepatan dengan permulaan dakwah Islam dan sejak fajar terbit untuk yang pertama kalinya.
Bani Makhzum mengetahui akan hal itu, karena Ammar dan keluarganya tidak memungkiri bahwa mereka telah masuk Islam, bahkan mereka mengumumkan keislamannya dengan kuat sehingga orang-orang kafir tidak menanggapinya melainkan dengan pertentangan dan permusuhan.
Bani Makhzum segera menangkap keluarga Yasir termasuk sumayyah dan menyiksa mereka dengan bermacam-macam siksaan agar mereka keluar dari din mereka, mereka memaksa dengan cara mengeluarkan mereka ke padang pasir tatkala keadaannya sangat panas dan menyengat.
Suatu ketika, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyaksikan keluarga muslim tersebut yang tengah disiksa dengan kejam, maka beliau menengadahkan ke langit dan berseru,
صَتْرًاآلَ يَاسِرٍفَإِ نِّ مَوْعِدَكُمُ الْجَنَّةُ
“Bersabarlah, wahai keluarga Yasir, karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga.”
Sumayyah binti Khayyat mendengar seruan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau bertambah tegar dan optimis. Dengan kewibawaan imannya, dia mengulang-ulang dengan berani, Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah dan aku bersaksi bahwa janjimu adalah benar.
Begitulah, Sumayyah binti Khayyat telah merasakan kelezatan dan manisnya iman sehingga bagi beliau kematian adalah sesuatu yang remeh dalam rangka memperjuangkan akidahnya. Hatinya telah dipenuhi kebesaran Allah subhanahu wa taala, maka dia menganggap kecil setiap siksaan yang dilakukan oleh para tagut yang zalim; mereka tidak kuasa menggeser keimanan dan keyakinannya, sekalipun hanya satu langkah semut.
Sumayyah binti Khayyat pun telah mematrikan dalam dirinya untuk bersama-sama dengan suaminya meraih kesuksesan yang telah dijanjikan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
Tatkala para tagut telah berputus asa mendengar ucapan yang senantiasa diulang-ulang oleh Sumayyah binti Khayyat maka musuh Allah Abu Jahal melampiaskan keberangannya kepada Sumayyah dengan menusukkan sangkur yang berada dalam genggamannya kepada Sumayyah binti Khayyat. Beliau adalah wanita pertama yang syahid dalam Islam. Beliau gugur setelah memberikan contoh baik dan mulia bagi kita dalam hal keberanian dan keimanan, beliau telah mengerahkan segala yang beliau miliki dan menganggap remeh kematian dalam rangka memperjuangkan keistiqomahan imannya. Beliau telah mengorbankan nyawanya yang mahal, dalam rangka meraih keridhaan Rabbnya. Mendermakan jiwa adalah puncak tertinggi dari kedermawanan.
Pakaian adlh salah satu syariat Islam dalam konteks Hablumminafsih.
Tegaknya syariat yg utuh dlm diri seseorg akn sgt dipengaruhi olh kuatnya akidah dlm diri seseorang.
Akidah adalah ibarat akar, syariat adalah batang pohonnya. Maka bgmna mgkn akn tegak batang pohon yg kuat tanpa akarnya kuat mnjulang ke dalam.
Pertama: terkait akidah. Maka harus ada kesadaran dalam diri kita. Apa sebenarnya tujuan hidup. Kalo kita sudah tau visi misi hidup kita utk apa dg menyadari apa hakikat tujuan Allah mnciptakan manusia di muka bumi. Maka kita akan faham bhwa tugas kita hanya satu. Mjd hamba yg taat di hadapan Allah agar kita kelak mjd org2 yg muflihun
Barulah ktka sdh trtanam akidah yg kuat dlm diri seseorg maka dia akn lbh ringan bhkan versemangat melaksanakan apapun yg Allah perintahkan meski berat
Harusistiqomah
juga sbnry bgmna rincian hukum syara dlm kaidah berpakaian seorg muslimah agar bnr2 sesuai dg Al quran. Ini butuh kajian mndalam dan materi trstruktur.
Jd ada dua upaya yg hrs dilakukan;
1. Berupaya mendakwahkan Islam ke lingkungan sekitar. Bahkan tataran se-negara.
2. Upaya pribadi; keras thd diri sndiri. Buat lingkungan keluarga yg slig mnsupport.
No.2
Terkait dg keistiqomahan dlm melaksanakan sunnah. Mmg butuh kondisi yg mendukung. Saat ini kita tdk sedang ada dlm suasana islami krn tdk adanya penerapan peraturan Islam. Itulah sebab utama knpa keistiqomahan kita mjd sangat sulit.
Kondisi2 yg sulit istiqomah akn trus trjdi ktka org2 di sekeliling kita tdk faham Islam. Solusi utuhnya. Jika kita ingin mjd baik dan istiqomah. Maka kita jg hrs berupaya mengkondisikan lingkungan dan org2 di sekeliling kita jg baik. Krn klo tdk dmkian. Lingkungan akn menggerus kita utk tdk istiqomah
No. 3
Utk kasus spr itu, kita butuh pembinaan islami. Kajian yg intensif. Ketemu muka. Agar mdp barokahnya majelis ilmu. Jgn hanya ckup belajar via on line.
No. 3
Saya pribadi jg dl mghadapi hal yg sama. Tp alhamdulillah dg ikut pembinaan, dlm satu kali sepekan saya wajib dtg kajian tatap muka dg klompok kecil yg mmbhs islam dr akar hingga daun. Mmg utk mjd akhwat yg istiqomah kerangka berfikir dlm mmhami islam hrs utuh.
Perlahan seiring pertambahan ilmu islam, sikap mjd lbh berubah.
No.4
Iman itu berkurang dan bertambah. Jika berkurang krn ada kemaksiatan yg dilakukan. Baik kemaksiatan hati dan Perbuatan lgsg yg nampak. Paksa diri. Keras pd diri. Tetaplah beribadah mski trkdg trsa hambar, krn istiqomah itu adlh proses. proses spnjg masa. Paksa diri ada di atas sajadah. Paksa diri baca quran wlp lg kurg mood. Bergaullah dg org solihah. Kunjungan..jalan2 ketemu kawan yg solihah.
Adapun pertanyaan lain trkait dg keinginan bercadar:
Bhwa cadar adlh perkara yg mubah atau boleh. Yg wajib bg seorg muslimah trutama ktka di luar rumah adlh jilbab/gamis dan kerudung/khimar
Syariat pakaian muslimah di luar rumah
Memang dalam pembicaraan sehari-hari umumnya masyarakat menganggap jilbab sama dengan kerudung. Anggapan ini kurang tepat. Jilbab tak sama dengan kerudung. Jilbab adalah busana bagian bawah (al-libas al-adna) berupa jubah, yaitu baju longgar terusan yang dipakai di atas baju rumahan (semisal daster). Sedang kerudung merupakan busana bagian atas (al-libas al-a'la) yaitu penutup kepala. (Rawwas Qal'ah Jie, Mu'jam Lughah Al-Fuqaha`, hal. 124 & 151; Ibrahim Anis dkk, Al-Mu'jam Al-Wasith, 2/279 & 529).
Jilbab dan kerudung merupakan kewajiban atas perempuan muslimah yang ditunjukkan oleh dua ayat Al-Qur`an yang berbeda. Kewajiban jilbab dasarnya surah Al-Ahzab ayat 59, sedang kewajiban kerudung (khimar) dasarnya adalah surah An-Nur ayat 31.
Mengenai jilbab, Allah SWT berfirman (artinya),"Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min,'Hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.' (QS Al-Ahzab : 59). Dalam ayat ini terdapat kata jalabib yang merupakan bentuk jamak (plural) dari kata jilbab. Memang para mufassir berbeda pendapat mengenai arti jilbab ini. Imam Syaukani dalam Fathul Qadir (6/79), misalnya, menjelaskan beberapa penafsiran tentang jilbab. Imam Syaukani sendiri berpendapat jilbab adalah baju yang lebih besar daripada kerudung, dengan mengutip pendapat Al-Jauhari pengarang kamus Ash-Shihaah, bahwa jilbab adalah baju panjang dan longgar (milhafah). Ada yang berpendapat jilbab adalah semacam cadar (al-qinaa'), atau baju yang menutupi seluruh tubuh perempuan (ats-tsaub alladzi yasturu jami'a badan al-mar`ah). Menurut Imam Qurthubi dalam Tafsir Al-Qurthubi (14/243), dari berbagai pendapat tersebut, yang sahih adalah pendapat terakhir, yakni jilbab adalah baju yang menutupi seluruh tubuh perempuan.
Walhasil, jilbab itu bukanlah kerudung, melainkan baju panjang dan longgar (milhafah) atau baju kurung (mula`ah) yang dipakai menutupi seluruh tubuh di atas baju rumahan. Jilbab wajib diulurkan sampai bawah (bukan baju potongan), sebab hanya dengan cara inilah dapat diamalkan firman Allah (artinya) "mengulurkan jilbab-jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Dengan baju potongan, berarti jilbab hanya menutupi sebagian tubuh, bukan seluruh tubuh. (Taqiyuddin An-Nabhani, An-Nizham al-Ijtima'i fil Islam, hal. 45-46).
Jilbab ini merupakan busana yang wajib dipakai dalam kehidupan umum, seperti di jalan atau pasar. Adapun dalam kehidupan khusus, seperti dalam rumah, jilbab tidaklah wajib. Yang wajib adalah perempuan itu menutup auratnya, yaitu seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, kecuali kepada suami atau para mahramnya (lihat QS An-Nur : 31).
Sedangkan kerudung, yang bahasa Arabnya adalah khimar, Allah SWT berfirman (artinya),"Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya" (QS An-Nur : 31). Dalam ayat ini, terdapat kata khumur, yang merupakan bentuk jamak (plural) dari khimaar. Arti khimaar adalah kerudung, yaitu apa-apa yang dapat menutupi kepala (maa yughaththa bihi ar-ra`su). (Tafsir Ath-Thabari, 19/159; Ibnu Katsir, 6/46; Ibnul 'Arabi, Ahkamul Qur`an, 6/65 ).
Kesimpulannya, jilbab bukanlah kerudung, melainkan baju jubah bagi perempuan yang wajib dipakai dalam kehidupan publik. Karena itu, anggapan bahwa jilbab sama dengan kerudung merupakan salah kaprah yang seharusnya diluruskan.
Adapun cadar, tdk wajib. Jika mau dipakai silahkan. Jika tdk juga bkn berdosa. cadar bukan tolok ukur sesempurna- sempurnanya hijrah.
Berpakaian syar'i (mengenakan gamis dan kerudung) adlh kewajiban
Memperbaiki akhlak adlh kewajiban
Memprbyk ilmu adlh kewajiban.
Jgn digabung atau pakai hkum implikasi: jika sdh bgus akhlak dan byk ilmu maka br bs pakai pakaian syari.
Meski blm punya ilmu dan akhlak msh bgus. Kita ttp wjib pakai pakaian syari. Adpun mmprbyk ilmu dan mmprbaiki dan akhlak hrs brjlan seiring.
Apakah bs kita pastikan hati bersih dl br mau pakai gamis?
Yg selalu bersih dr dosa adlh malaikat. Dan kita bkn malaikat.
Adakah toko "hati baik" spya smua org cepat siap syar'i?
No. 6
Itu hanya di awal hijrah. Insyaallah klo kita sdh mantap dan istiqomah. Mnnjukkan ketegasan kita utk mmgag prinsip syar'i, orgtua nnti sdkit demi sedkit mmhami.
Mmg kalau cadar, msh sulit diterima. Adapun saya: sy mmlih tdk brcadar krn 1. Hukumnya mubah 2. Lbh mashlahat utk saya shg lbh mudah bergaul utk mensyiarkan islam di ragam kalangan yg awam. Allahualam.
Di awal hijrah, sy jg dlunya ditentang dan dicemooh. Ttpi alhmdulillah lama kelamaan mrka malah mau ikut.
Wassalamualaikum warohmatuhi wabarokatuh.
Syukron ustadzah
Kalo mmg ada kepentingan, silahkan. Tp tdk melebar mngobrolkan hal2 yg sifatnya private dll.
Interaksi sputr pkrjaan tsb. Mmg tdk bs dihindari ktka muslimah mmlih utk bekerja dan aktif di ruang publik.
Olh krn itu wajar Islam mensyariatkan bhwa wanita sebaiknya di rumah.
Bekerja adlh prkara mubah baginya. Tp tdk selamanya kemubahan selama bekerja akn mmbwa posisi aman utk seorg muslimah.
Adakalanya berwal dr pkrjaan, seorg muslimh sdkit demi sdkit mulai permisif( serba mmbolehkan sesuatu hal yg bhkn di luar batasan syariat). Akhirnya lama kelamaan smkin tdk waro (berhati2 mjga syariat) dlm berinteraksi. Olh krn itu, jk sdh mngandung mudhorot, bekerja bgi seorg muslimah tdk lg mjd hal yg boleh. Akn ttpi bs mgarah pd keharaman.
Kaidah fiqh mgtakan:
Al wasilatu ilal harom. Haromun.
Suatu jalan yg bs mghntarkn pd keharaman, maka jalan tsb. Harom.
Meski di awal wasilah tsb. Adlh mubah. Allahualam.
Jihad dlm makna bahasa adlh bersungguh2. Sdgkn dlm mkna syariat adlh Qital atau perang. Berperang dg org kafir.
Berjihad tdk brrti membujang. Dan mnikah adlh tuntunan yg diajarkan olh Rasul saw. Bhkan itu yg akn mjga muslimah dr fitnah.
Bekerja bg prmpuan adlh mubah atau boleh. Bulan wajib. Adapun pemberian perempuan kpd ortu dr hasil kerjanya adlh infak. Org yg wajin menafkahi ykni bapak atau jika sdh tdk ada maka kwjbn tsb. Dilimpahkan kpd saudara laki2 yg sdh baligh maka shrusnya itulah yg wajib menafkahi. Sklipun prmpuan bekerja. Kwjiban bapak utk mnfkahi tdk gugur hy krn trpenuhinya keuangan keluarga olh anak prmpuan
Casinos with Free Spins | Lucky Club
BalasHapusLucky Club is the new online luckyclub.live gambling site launched in 1998, and in 1999, the founders are There are no bonuses from this casino site,