Bismillah...
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ghadul bashar ,mungkin kata-kata ini gak asing lagi ya ditelinga kita biasanya kata ini keluar saat kita sedang berpapasan dengan lawan jenis jika sedang bersama teman terkadang dia langsung nyetus "ingat ghadul bashar!".
Tapi bagi yang belum tahu akan bertanya-tanya sebenarnya Ghadul bashar itu apa sih?
Ghadul bashar adalah "menundukkan pandangan" ,lebih tepatnya lagi menjaga pandangan dari sesuatu yang haram atau tidak baik untuk kita lihat.
Memang benar Allah menciptakan mata yang fungsinya untuk melihat tapi Allah melarang kita untuk melihat sesuatu yang haram karna sesungguhnya zina mata adalah pandangan.
Rasulullah bersabda : Dua mata berzina, dan zina keduanya adalah pandangan (yang sengaja) ”[HR Bukhari]
Bukan berarti jika ada aturan menjaga pandangan lalu kita menunduk kebawah saja sampai tak melihat arah dan jalan lagi,bukan seperti itu.
Maksudnya menjaga pandangan yaitu kita tidak boleh memandang sesuatu secara berlebihan apalagi jika disertai oleh nafsu.
Pandangan yang liar adalah sarana menuju yang haram
tentang keharamannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai Ali, janganlah pandangan pertama kau ikuti dengan pandangan berikutnya. Untukmu pandangan pertama, tetapi bukan untuk berikutnya.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Hakim sesuai dengan syarat Muslim)
Membiarkan pandangan lepas adalah bentuk kemaksiatan kepada Allah.
Allah berfirman:
“Katakanlah kepada orang-orang yang beriman, agar mereka menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”
( QS. An-Nur ayat 30)
Masuknya setan ketika seseorang itu memandang
Masuknya setan lewat jalan ini melebihi kecepatan aliran udara ke ruang hampa. Parahnya, setan akan menjadikan wujud yang dipandang sebagai berhala tautan hati, mengobral janji dan angan-angan. Lalu ia menyalakan api syahwat dan ia lemparkan kayu bakar maksiat. Pintarnya lagi, setan akan menyesatkan manusia secara bertahap. Ada pepatah yang mereka pegangi; berawal dari pandangan, lalu berubah menjadi senyuman, kemudian beralih menjadi percakapan, kemudian berganti menjadi janjian, yang pada akhirnya berubah menjadi pertemuan. Begitu hebatnya setan melemparkan panah beracun pada diri kita dan setan melemparkannya secara bertahap sehingga kadang kita tidak menyadarinya. Astaghfirullah…Tidak percaya? Masih ingat dengan kisah Yusuf dan para bangsawati yang mengiris-ngiris jari ‘kan?Pandangan tersebut akan menyibukkan hati
Seseorang yang hatinya sibuk akan menyebabkannya lupa akan hal-hal yang bermanfaat baginya. Akhirnya, ia akan selalu lalai dan hanya mengikuti hawa nafsunya.Kita dapat merusak hati orang lain
Seringkali, pandangan seorang wanita kepada laki-laki tak hanya merusak hati si pemandang. Ketika dicampur dengan senyum, tunduk atau berbisik dengan rekannya sesama perempuan, lalu bayangan ini tertangkap oleh laki-laki yang dipandang atau yang merasa GR (gede rasa) karena merasa dipandang, pasti ada lagi hati yang rusak. Wah, hanya menambah dosa.
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. telah bersabda yang artinya, “Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.” (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah).
“Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua telinga zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.” (HR Bukhari).
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang (QS. Ali Imran: 14)
“Rasulullah pernah membonceng Al-Fadl, lalu datang seorang wanita dari Khots’am. kecantikan wanita itu menjadikan Al-Fadl kagum, dan wanita itu juga memandang kepada Al-Fadl, maka Nabipun memalingkan wajah Al-Fadl kearah lain [HR Bukhari]
Rasulullah bersabda “Pandangan merupakan anak panah beracun dari anak-anak panah iblis. Maka barang siapa yang menahan pandangannya dari kecantikan seorang wanita, niscaya Allah akan mewariskan rasa manis dalam hatinya sampai hari pertemuan dengan-Nya.” (HR Al-Hakim dalam Al-Mustadrak)
Pandangan pertama (yang tidak sengaja) itu tidak dosa, pandangan selanjutnya haram (HR Abu Dawud)
Rasulullah bersabda "apabila kalian (yakni lelaki) terpesona melihat wanita, maka datangilah istri kalian (HR Muslim)
Berikut ini adalah beberapa manfaat dari menundukkan pandangan, semoga bermanfaat.
1. Mensucikan hati dari pedih dan sakitnya sebuah penyesalan
2. Menundukan dan menahan pandangan akan mewariskan dan melahirkan ketajaman firasat
3. Menundukkan dan menjaga pandangan akan membukakan jalan-jalan ilmu dan pintunya
4. Dengan menundukkan pandangan akan melahirkan kekuatan hati, keteguhan dan keberaniannya
5. Menundukan pandangan akan melahirkan kebahagiaan dan kegembiraan dihati, serta kelapangan di dada yang mana lebih besar daripada kenikmatan yang diperoleh dari pandangan itu sendiri
6. Dengan menundukan pandangan akan membersihkan hati dari kungkungan dan tawanan syahwat
7. Menundukkan pandangan dan menjaganya akan menutup satu pintu dari pintu-pintu jahannam
8. Menundukkan pandangan akan menambah kekuatan daya dan akalnya
9. Menundukkan mampu menghindari zina.
10. Menundukkan pandangan akan membersihkan dan mensucikan hati dari debu dan kotoran syahwat serta daki-daki kelalaian (QS. 15:72)
Imam Syafi’i mengadukan pada gurunya Waki’. Beliau berkata, “Wahai guruku, aku tidak dapat mengulangi hafalanku dengan cepat. Apa sebabnya?” Gurunya, Waki’ lantas berkata, “Engkau pasti pernah melakukan suatu dosa. Cobalah engkau merenungkan kembali!" Imam Syafi’i pun merenungkan keadaan dirinya, “Apa yah dosa yang kira-kira telah kuperbuat?” Beliau pun teringat bahwa pernah suatu saat beliau melihat seorang wanita yang sedang menaiki kendaraannya, lantas tak sengaja terlihat kakinya sedikit. Lalu tak lama setelah itu beliau memalingkan wajahnya.
Lantas beliau berkata :
"Guruku memberitahukan padaku bahwa ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada yang bermaksiat”
Hanya karena melihat kaki sebentar saja, hapalan beliau kacau. Dan dari pandangan yang sebentar itu beliau memandang dirinya bermaksiat. Lalu,bagaimana dengan kita?
Wallahualam bii shawab...
Atau untuk akhwat misal foto saya bersama teman di posting pdhal saya udh tidak memposting fto sendiri dan akhwat yg msh memposting mukanya dilihat sama org lain?
walaikumsalam warahmatullah...
Seperti apa yang sudah disampaikan pandangan pertama yang tidak sengaja itu tidak berdosa tapi kalau dipandangi yang kedua kali itu haram.
Jadi kalau ada foto lawan jenis langsung roll atau alihkan saja.
Jika punya teman yang pasang foto kita bersamanya tanpa kita ketahui sebelumnya katakan saja dengan beliau jangan posting foto yang muka anti keliatan di edit aja supaya tak tampak. Masalah akhwat yang masih posting foto wajahnya sebagai umat islam memang kita dianjurkan untuk menasehati ,nasehatilah sesuai adab.
Di sini apakan jika kita mengharapkan seseorang dan kita menyebutnya dalam do'a itu termasuk zina ustadzah..?
walaikumsalam warahmatullah...
Maksud hasrat disitu adalah mengandai-andai atau sampai terbayang2 wajah seseorang tersebut. Selain zina mata ini akan menjadi zina fikiran. Jadi dosa nya double,semua zina itu berawal dari pandangan maka hati2 dengan pandangan
Bahkan ketika kita sudah berusaha memakai pakaian sangat sederhana seperti yang tertera pada hadist agar wanita keluar rumah harus memakai pakaian jelek,terutama wanita yang sudah bersuami...
Tetapi cara itu malah terkadang sebagian ikhwan ada yang tertarik karena kesederhanaannya.???
walaikumsalam warahmatullah...
Ukhti shalehah,wanita itu adalah aurat jika keluar rumah maka setan akan mengikutinya. Jangankan wanita yang berpakaian sexy wanita yang sudah memakai cadar,kerudung panjang nan lebar sekali pun masih menjadi fitnah dan menimbulkan rasa ketertarikan dengan lawan jenis jadi sepintar2nya wanita menjaga aurat tetaplah dia akan indah di mata laki2 karna kodratnya wanita memang seperti itu. Kita dianjurkan untuk berpakaian syari itu untuk meminimalisir kan keadaan baik pandangan laki2 maupun dosa kita sebagai seorang wanita serta kewajiban langsung yang datangnya diperintahkan oleh Allah.
Jadi kalau ada orang suka dengan pakaian kita yang sederhana maka itu memang sudah jalannya.
Dan ingat juga antara wanita sexy dan wanita berpakaian syari cara laki2 menggoda nya itu berbeda jauh
walaikumsalam warahmatullah...
Apakah tidak ada ikhwan lain yang memberi tahu jalannya tanpa harus dengan akhwat mesti si akhwat ini ada yang mendampingi?
Jika dia benar laki2 baik dia tidak akan berani menemui wanita karna menemui wanita tanpa si ikhwan ada yang mendampingi dan tanpa ada kepentingan yang mendesak itu ibarat menemui kematian.
Menjaga pandangan gak mesti menunduk penglihatan saat bertemu lawan jenis tapi menjaga dari jarak dengan akhwat non mahram juga merupakan cabang dari ghadul bashar.
Jika kita memposting fto suami istri bolehkah d blur wajah suami atau istrinya??
Atau bagaimana yg shrusnya ustadzah .mhon pnjelsan nya
walaikumsalam warahmatullah...
Menjaga pandangan bukan suatu kesan meremehkan bahkan sebaliknya cara seseorang menghormati orang lain. Jika ada orang sedang bicara kita melihat wajahnya itu terkesan kita membangkang tapi kalau kita menunduk itu terkesan kita mendengarkan apa perkataannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar