*Saudaraku yang dicintai Allah*.....
*Keutamaan Majelis Dzikir*
Majelis dzikir sangat dianjurkan dalam Islam. Dalam majelis dzikir terdapat banyakmanfa’at dan keutamaan, diantaranya adalah yang sudah disebutkan dalam hadits bahwa suatu majelis ilmu akan dikelilingi malaikat dan mendapatkan rahmat, dikabulkan do’anya serta akan mendapatkan ketenangan dalam hatinya (sakinah).
Imam At-Turabasyti berkata,orang yang duduk di majelis ilmu akan mendapat sakinah (ketenagan) yaitu keadaan dimana seseorang tenang hatinya dan tidak condong kepada syahwat dan tidak pula menurutinya.
Majelis dzikir meliputi: salat, membaca al-Qur’an, berdo’a untuk kebaikan dunia akhirat, membaca hadits, belajar ilmu, berdiskusi dengan para ulama’dan sebagainya, sedangkan menurut Imam Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari’ beliau berkata bahwa yang lebih tepat untuk majelis dzikir yaitu majelis-majelis tasbih, takbir, pembacaan al-Qur’an, dan sebagainya. walaupun membaca hadits, belajar ilmu dan berdiskusi termasuk bagian dari dzikir kepada Allah.
*Tata Cara di Majelis Ilmu*
Bersikap hormat pada guru agar ilmu yang kita peroleh bermanfaat.
Hadits Nabi Muhammad SAW:
ΩَΩِّΨ±ُΩΨ§ Ω َΩْ ΨͺَΨͺَΨΉَΩَّΩ ُΩΩَ Ω ِΩْΩُ (Ψ±ΩΨ§Ω Ψ§Ψ¨Ω ΨΨ³Ω Ψ§ΩΩ ΩΨ§Ψ±Ψ―Ω)
_Muliakanlah orang yang kamu belajar kepadanya_” (HR. Abu Hasan Al-Mawardi)
Dalam dunia Maya, walaupun tidak bertemu langsung bentuk penghormatan yang diberikan kepada narasumber adalah menjawab salam, menghadirkan hati dan pikiran untuk mengikuti acara, ijin jika ingin meninggalkan majelis dan jika memungkinkan ikut aktif dan berpartisipasi dalam forum.
Dalam majelis ilmu atau pertemuan hendaknya kita memberi tempat duduk untuk orang yang datang, dengan menggeser dari tempat duduk. Firman Allah QS. Al-Mujadalah: 11
"Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah: 11)
π£
Dari hadits yang diriwayatkan oleh Abi Waqid diatas dalam riwayat lain seperti An-Nasa’i, At-Tirmidzi dan mayoritas perawi Muwatho’ menambahkan matan hadits “ketika keduanya hendak duduk, keduanya memberi salam. Hal ini dapat diambil pelajaran bahwa orang yang hendak memasuki suatu majelis hendaknya memulai dengan salam dan orang yang berdiri hendaknya memberi salam kepada orang yang duduk.”
Islam menganjurkan kepada kita agar bertegursapa dengan ucapan salam baik ketika bertemu maupun akan berpisah, apabila seseorang sedang duduk bersama dalam suatu perkumpulan atau majelis kemudian ia hendak meninggalkan mereka maka hendaknya ia mengucapkan salam kepada mereka.
Dari hadits yang diriwayatkan Abi Waqid diatas juga dapat diambil pelajaran tentang kesunahan membuat halaqah pada majelis Dzikir dan majelis ilmu. Seseorang yang lebih dahulu datang pada suatu tempat, maka ia lebih berhak atas tempat itu. Hadits ini juga menjelaskan kesunahan beretika dimajelis ilmu dan keutamaan mengisi tempat-tempat yang kosong dalam suatu halaqah. Diperbolehkan bagi seseorang melangkahi untuk mengisi tempat yang kosong, selama tidak menyakiti. Apabila dikhawatirkan menyakiti maka disunahkan duduk dibarisan terakhir. Sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang kedua ada hadits riwayat Abi Waqid.
Hendaknya mencari tempat duduk yang belum terisi dan jangan sekali-kali menyingkirkan orang lain dari tempat duduknya, agar suasana tetap tenang dan orang lainpun tidak tersinggung.
Tidak boleh menduduki tempat duduk yang baru saja ditinggalkan oleh seseorang karena ia masih berhak ketempat tersebut ketika ia kembali.
Diriwayatkan dari abi barzah RA. Dia berkata: Rasulullah SAW jika bangun dari suatu majelis membaca “subhanakallahumma wabihamdika asyhaduallailaha ila anta astagfiruka waatuubu ilaika” ( maha suci engkau ya Allah dan segala puji bagiMu, saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Engkau, saya minta ampun dan bertaubat kepadamu) maka ada seorang berkata, wahai Rasulullah engkau telah membaca bacaan yang dahulu tidak biasa engkau baca, Nabi SAW menjawab “ itu sebagai penebus dosa yang terjadi pada majelis itu”. (HR. Abu Dawud).
Doa ini disebut juga dengan doa kaffaratul majlis yaitu menghapus dosa. Dan disunahkan membacanya ketika hendak meninggalkan majelis.
adabnya alangkah baiknya kita cari tempat yg lain sehingga tdk menyinggung yg bersangkutan
Umuhani dri depok..
ustadzah,bagaimana klo dlm.satu halaqah ada teman yg baperan pdhl gak da niatan nyakitin dan jdinya malah menggangu kenyamanan temen2 yg lain?syukron
- Afwan ustadzah, saya masih belom faham. Jdi kita yg nyesuain perasaan dan karakter kita kpd org yg baperan tsb?syukron ustadzah
Waalaikum salam baiknya kt lbh hati2 jgn bawa perasaan dan hrs faham karakter kt
- Iya jd fahami karakter teman kt agar jgn jg terbawa perasaan dan bicara lbh hati2 jk dgn org tsb
ana Niken di Palembang, afwan ustadzah.. yg ingin ana tanyakan, bagaimana kalau dlm suatu majelis diisi jg dgn arisan? boleh ndak, gimana hukumnya.. Jazakillah ustadzah..
Waalaikum salam boleh saja asal tdk usah dikocok atau diundi tp siapa yg membutuhkan dahulu itu yg dpt
Afwan ana mau bertanya bagaimana jika kita jarang menghadiri majelis ilmu. dikarenakan kita kurang berkenan dgn majelis itu.. Semisal karna dalam kajiannya terlalu banyak shalawat yg di iringi dgn musik jadi isi kajiannya hanya sedikit sekali..
- Alhamdulillah terimakasih ustadzah.. tapi sayangnya d daerah ana belum nemuin kajian yg berbobot
Waalaikum salam klo selektif boleh tpi hrs jg cari kajian yg lainnya yg lbh berbobot, jgn sampai kt tinggalkan tp gk ikut kajian sama sekali
- Yg ptg kehadiran liqo itu penting, yg lain sbgai tambahan saja
Jika kita datang ke tempat taklim dengan keadaan terlambat sedangkan guru kita didepan mata jelas sedang menjelaskan materi
Baiknya kita ucapkan salam atau jangan? Karena dalam keterangan "jangan mengganggu guru sedang berbicara meskipun hanya sekedar salam"
Terima kasih
- Posisi nya kita melewati guru sebelum masuk ke ruangan akhwat?
Waalaikum salam lihat kondisinya klo duduk di kursi mengucap salam sebab yg berdiri ucap kpd yg duduk, tp klo bersila langsung menempati shof paling belakang
- jika melewati cukup anggukan kepala dan ucap salam dri hati
Waalaikum salam ukhti Farah, klo liqo tetap 1, tp klo sbg tasqif atau wawasan bs didapat dri seminar, pelatihan, kajian tafsir, hadist, Qur'an dll
-Afwan ustadzah jdi tidak dibenarkan anggota liqo bergiliran memberi materi atw sprti apa aturannya?
Ukhti Pipit jika liqo itu ada murobbinya dan biasanya ada di masjid2 kampus, lungkungan sekolah Islam, di rohis sekolah dan kampus
- Bergiliran boleh asal agendanya kultum Atau dpt tugas bergilir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar