_Sahabat Surga Rahimakumullah.._
Ya.. Bulan Ramadhan
Dalam bulan ini Allah SWT hendak menempa iman orang-orang yang beriman, sehingga naik ke derajat taqwa. Dan bulan Ramadhan merupakan sarana penggodokan mentalitas dan jiwa orang-orang mukmin. Sehingga diharapkan setelah Ramadhan berakhir, iman kita telah diperbarui kualitasnya, dikembalikan kepada fithrahnya. Dan hal ini tentunya tak akan tercapai bila kita tidak memahami makna puasa dengan sesungguhnya. Karena puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus saja, tapi juga menjaga hati dan seluruh anggota tubuh lainnya dari hal-hal yang diharamkan Allah SWT..
_Sahabat.._
_Sahabat Surga yang Dirahmati Allah SWT.._
1. Mengendalikan kebutuhan dasar manusia. Khususnya kebutuhan akan makanan. Secara naluriah manusia menginginkan pemenuhan yang cepat, mudah dan hasil yang maksimal. Hal ini biasanya mengakibatkan lahirnya sikap tergesa-gesa, tidak peduli dan menghalalkan segala cara. Karena itu tidak mengherankan jika hawwah yang berarti perut, sering diasosiasikan dengan hawa nafsu. Manifestasi rasa lapar yang berawal dari perut dapat menjadi motivasi utama yang mendasari setiap gerak dalam hidupnya. Dengan shaum, bisa melatih dan mengendalikan motivasi dasar ini agar tampil proporsional dan optimal dalam kehidupan.
Melalui puasa, bukan hanya sistem pencernaan saja yang terlatih menahan lapar, melainkan sistem pengambilan keputusan pun akan terlatih. Hal ini terjadi karena seluruh sistem tubuh terintegrasi, saling mempengaruhi dan saling bekerja sama. Sehingga dampak puasa/ shaum dapat diukur dari performa fisik seperti berkurangnya penyakit saluran pencernaan, stabilnya kadar kolesterol, jantung jadi lebih sehat, dan sebagainya.
2. Allah Swt merancang manusia dengan sangat sempurna. Salah satu buktinya adalah manusia memiliki jam biologis pengaturtubuhnya, mulai dari bereproduksi hingga beristirahat. Tidur sehabis tarawih dan bangun sepertiga malam adalah waktu istirahat yang paling sesuai dengan fluktuasi kadar hormon otak. Sehingga berdampak pada optimalisasi kinerja sistem tubuh esok harinya.
3. Melatih kelembutan dan empati. Melalui seimbangnya kinerja hormon serotonin, endorfin dan propioid melanokortin yang bekerja optimal saat berpuasa.
Sangat spesial bukan..?
_Sahabatku.._
Namun sayang, saat ini kita menyaksikan hal yang berbeda. Shaum menurunkan produktivitas seseorang. Baik dia bekerja sebagai kuli, petani atau pedagang. Bahkan pekerjaan-pekerjaan tersebut dijadikan alasan untuk meninggalkan shaum. Padahal kalau shaum memang melemahkan kekuatan fisik manusia, tentu Allah tidak akan mensyariatkannya, dan pasti orang-orang beriman dahulu tidak akan sanggup bertempur pada hari Badr dan pada saat Fathu Mekkah yang semuanya berlangsung di bulan Ramadhan. Semuanya ini dikarenakan kurangnya iman, kerancuan berpikir, dominasi dunia dalam hati (hubbud-dunya) dan dominasi syetan dalam mengikis sisa-sisa iman orang-orang mukmin..
Nah, marilah kita sambut bulan Ramadhan dengan sepenuh hati. Kita jaga seluruh jiwa kita, hati dan panca indera serta anggota tubuh lain dari hal-hal yang dapat merusak nilai-nilai ibadah shaum kita. Hari-harinya kita penuhi dengan pembacaan dan mentadabburi Al-Quran, serta berusaha mengamalkan isinya. Marilah kita sambut bulan penuh rahmah ini. Marilah kita luruskan kembali niat kita, bahwa segala aktivitas yang kita lakukan adalah dalam rangka mengharap ridhoNya, bukan karena lainnya. Entah itu popularitas, nama baik atau hal-hal lainnya yang dapat merusak keikhlasan kita. Sehingga amalan kita dapat diterima di sisi Allah.
Mari kita hadapkan hati dan pikiran pada Allah, sehingga kita keluar dari bulan ini dengan membawa ampunan dari Allah, dikembalikan kepada fitrah. Dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan ! Semoga !
_Wallahu' Alam_
Wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokaatuh
*Ummu Sarah*
Saya Suci, dari Jaksel..
Mau nanya,
Sekira nya Shaum tidak melemahkan Fisik seseorang, lantas kenapa sekarang ini bnyak yang merasa lemah karena puasa?
Terima kasih Ustadzah...
Waalaikumussalaam wr wb....
Kadar keimana seseorang berbeda2 ukhti suci...
Itulah yg menyebabkannya lantas merasa lemah...
Merasa tidak sanggup menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim...
Wlkmslm......
Jika belum baligh....tidak apa2, dia tidak masuk kepada yg wajib berpuasa...
Namun akhlaqnya harus perlahan kita perbaiki, krna ia sudah berbohong....
Waalaikumussalaam wr wb...
Ukhti wiwi...
Sepuluh indikasi sukses meraih keutamaan Ramadhan :
1. Memperbanyak ibadah di bulan Syaban
Ibadah sunnah di bulan Syaban berfungsi sebagai pemanasan bagi ruhani dan fisik untuk memasuki bulan Ramadhan. Berpuasa sunnah, memperbanyak ibadah shalat, tilawatul Quran sebelum Ramadhan, akan menjadikan suasana hati dan tubuh kondusif untuk pelaksanaan ibadah di bulan puasa.
Itulah hikmahnya kenapa Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Aisyah, disebutkan paling banyak melakukan puasa di bulan Syaban.
2. Memenuhi Target Membaca Al-Quran
Orang yang berpuasa di bulan ini, sangat dianjurkan memiliki wirid al-Quran yang lebih baik dari bulan-bulan selainnya. Minimal harus dapat mengkhatamkan satu kali karena memang itulah target minimal pembacaan al-Quran yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
3. Memelihara lidah
Bila salah seorang dari kalian berpuasa maka hendaknya ia tidak berbicara buruk dan menyebarkan aib. Dan jangan berbicara yang tiada manfaatnya dan bila dimaki seseorang maka berkatalah, Aku berpuasa. (HR. Bukhari).
4. Menjaga pandangan dari yang haram
Puasa yang tidak membuat seseorang lebih memelihara mata dari yang haram, menjadikan puasa itu nyaris tak memiliki pengaruh apapun dalam perbaikan diri. Karenanya, boleh jadi puasanya tetap sah, tapi substansi puasa itu tidak tercapai.
5. Menghidupkan malam dengan ibadah
Salah satu ciri khas bulan Ramadhan adalah Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam dengan shalat dan doa-doa tertentu. Tanpa menghidupkan malam dengan ibadah, tentu seseorang akan kehilangan momentum berharga.
6. Tidak makan berlebihan di saat berbuka
Jika saat berbuka puasa menjadi saat melahap semua keinginan nafsunya yang tertahan sejak pagi hingga petang, menjadikan saat berbuka sebagai kesempatan balas dendam dari upaya menahan lapar dan haus selama siang hari, maka nilai pendidikan puasa belum tercapai.
Puasa pada hakikatnya adalah pendidikan bagi jiwa untuk mengendalikan diri dan menahan hawa nafsu. Hasil pendidikan itu akan tercermin dalam pribadi orang yang lebih bisa bersabar, menahan diri, tawakkal, pasrah, tidak emosional, tenang dalam menghadapi berbagai persoalan. Puasa menjadi kecil tak bernilai dan lemah ketika upaya menahan dan mengendalikan nafsu itu hancur oleh pelampiasan nafsu yang dihempaskan saat berbuka.
7. Mengoptimalkan infaq
Rasulullah saw, seperti digambarkan dalam hadits, menjadi sosok yang paling murah dan dermawan di bulan Ramadhan. Di bulan inilah, satu amal kebajikan bisa bernilai puluhan bahkan ratusan kali lipat dibandingkan bulan-bulan lainnya. Momentum seperti ini sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan.
8. Memperbanyak ibadah di 10 hari terakhir
Rasulullah dan para sahabat mengkhususkan 10 hari terakhir untuk berdiam di dalam masjid, meninggalkan semua kesibukan duniawi. Mereka memperbanyak ibadah, dzikir dan berupaya meraih keutamaan malam seribu bulan, saat diturunkannya al-Quran.
Pada detik-detik terakhir menjelang usainya Ramadhan, mereka merasakan kesedihan mendalam karena harus berpisah dengan bulan mulia itu. Sebagian mereka bahkan menangis karena akan berpisah dengan bulan mulia. Ada juga yang berguman jika mereka dapat merasakan Ramadhan sepanjang tahun.
9.Tidak bermaksiat lagi setelah Ramadhan
Jangan memandang Idul Fitri dan selanjutnya sebagai hari merdeka dari pejara untuk kembali melakukan berbagai penyimpangan. Orang yang berpuasa dengan baik tentu tidak akan menyikapi Ramadhan seperti demikian. Melainkan menjadikan Ramadhan sebagai bulan Tarbiyah, yang akan menjadikannya menjadi hamba Robbani.
10. Memelihara kesinambungan ibadah setelah Ramadhan
Amal-amal ibadah satu bulan Ramadhan, adalah bekal pasokan agar ruhani dan keimanan seseorang meningkat untuk menghadapi sebelas bulan setelahnya. Namun, orang akan gagal meraih keutamaan Ramadhan, saat ia tidak berupaya menghidupkan dan melestarikan amal-amal ibadah yang pernah ia jalankan dalam satu bulan tersebut.
Wallahu'Alam
Waalaikumussalaam wr wb....
Ukhti punya darah rendah ya.. Bisa kita siasati dengan perbanyak makan sayur mayur dan buah saat dahur, bisa juga dengan mengkonsumsi daging utk mempertinggi Hb, sehingga kita lebih segar dan fit menjalani puasa kita sepanjang hari...
Konsumsi obat penambah darah juga tidak masalah selama itu memang bs membantu mengatasi problem kita...
Begitu juga menghirup minyak kayu putih, selama tdak terminum melewati kerongkongan insyllah tdk apa2..
Syukron.. Wassalamualaikum warohmatuhi wabarokatuh.
Waalaikumusslaam wr wb.....
Ukhti sholihat...
Lailatul qadr....sebagai seorang muslim, wajib kita mempercayainya... dengan segala upaya kita beramal sholih berharap mendapatkan lailatul ....
Kalo yg ini......
Sepertinya sdh masyhur.....
Teruslah beribadah dan menjalankan amal sholih...
Semua adalah rahasia Allah...
Namun kita akan memperoleh ketenangan jika mendapatkannya..
Hutang puasa kan hukumnya wajib untuk d bayar nah jika sampai puasa lagi blom terlunasi , pernah dengar hutang tsb tidak akan pernah terbayarKan , nah bagaimana ustadzah jika hal itu telah terjadi.. ?
Apakah dosa itu tidak bisa terampuni..?
Jika belum terbayarkan...
Maka dibayar tahun berikutnya, dengan ditambah membayar sebanyak hari yg ditinggalkan..
Iya betul...